<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206</id><updated>2011-09-21T20:00:39.491+07:00</updated><category term='Tausiah'/><title type='text'>peradaban-umat</title><subtitle type='html'>Dunia ini alangkah indahnya jika saling bersatu dan satu bahasa membentuk satu kesatuan umat yang rahmatan lil alamin.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-7968947421609439361</id><published>2011-09-21T20:00:00.000+07:00</published><updated>2011-09-21T20:00:39.507+07:00</updated><title type='text'>SUDAH LAMA MENGAJI NAMUN AKHLAK KURANG BAIK</title><content type='html'>“Akh, ana lebih senang bergaul dengan ikhwan yang akhlaknya baik walaupun sedikit ilmunya”. [SMS seorang ikhwan]&lt;br /&gt;“Kok dia suka bermuka dua dan dengki sama orang lain, padahal ilmunya masyaAlloh, saya juga awal-awal “ngaji” banyak tanya-tanya agama sama dia”. [Pengakuan seorang akhwat]&lt;br /&gt;“Ana suka bergaul dengan akh Fulan, memang dia belum lancar-lancar amat baca kitab tapi akhlaknya sangat baik, murah senyum, sabar, mendahulukan orang lain, tidak egois, suka menolong dan ana lihat dia sangat takut kepada Alloh, baru melihatnya saja, ana langsung teringat akherat”. [Pengakuan seorang ikhwan]&lt;br /&gt;Mungkin fenomena ini kadang terjadi atau bahkan sering kita jumpai di kalangan penuntut yang sudah lama “ngaji”1 . Ada yang telah ngaji 3 tahun atau 5 tahun bahkan belasan tahun tetapi akhlaknya tidak berubah menjadi lebih baik bahkan semakin rusak. Sebagian dari kita sibuk menuntut ilmu tetapi tidak berusaha menerapkan ilmunya terutama akhlaknya. Sebaliknya mungkin kita jarang melihat orang seperti dikomentar ketiga yang merupakan cerminan keikhlasannya dalam beragama meskipun nampaknya ia kurang berilmu dan. semoga tulisan ini menjadi nasehat untuk kami pribadi dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Akhlak adalah salah satu tolak ukur iman dan tauhid&lt;br /&gt;Hal ini yang perlu kita camkan sebagai penuntut ilmu agama, karena akhlak adalah cerminan langsung apa yang ada di hati, cerminan keikhlasan dan penerapan ilmu yang diperoleh. Lihat bagimana A’isyah rodhiallohu ‘anha mengambarkan langsung akhlak Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan teladan dalam iman dan tauhid, A’isyah rodhiallohu ‘anhaberkata,&lt;br /&gt; كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ&lt;br /&gt; “Akhlak beliau adalah Al-Quran” [HR. Muslim no. 746, Abu Dawud no. 1342 dan Ahmad 6/54]&lt;br /&gt;Yang berkata demikian Adalah A’isyah rodhiallohu ‘anha, Istri yang paling sering bergaul dengan beliau, dan perlu kita ketahui bahwa salah satu barometer ahklak seseorang adalah bagaimana akhlaknya dengan istri dan keluarganya. Rasulolluh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي&lt;br /&gt;“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.” [H.R. Tirmidzi dan beliau mengomentari bahwa hadits ini hasan gharib sahih. Ibnu Hibban dan Al-Albani menilai hadits tersebut sahih].&lt;br /&gt;Akhlak dirumah dan keluarga menjadi barometer karena seseorang bergaul lebih banyak dirumahnya, bisa jadi orang lain melihat bagus akhlaknya karena hanya bergaul sebentar. Khusus bagi suami yang punya “kekuasaan” atas istri dalam rumah tangga, terkadang ia bisa berbuat semena-mena dengan istri dan keluarganya karena punya kemampuan untuk melampiaskan akhlak jeleknya dan hal ini jarang diketahui oleh orang banyak. Sebaliknya jika di luar rumah mungkin ia tidak punya tidak punya kemampuan melampiaskan akhlak jeleknya baik karena statusnya yang rendah (misalnya ia hanya jadi karyawan rendahan) atau takut dikomentari oleh orang lain.&lt;br /&gt;Dan tolak ukur yang lain adalah takwa sehingga Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkannya dengan akhlak, beliau bersabda,&lt;br /&gt;اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ&lt;br /&gt;“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Iringilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rohimahullohu menjelaskan hadist ini,&lt;br /&gt;“Barangsiapa bertakwa kepada Alloh, merealisasikan ketakwaannya dan berakhlak kepada manusia -sesuai dengan perbedaan tingkatan mereka- dengan akhlak yang baik, maka ia medapatkan kebaikan seluruhnya, karena ia menunaikan hak hak Alloh dan Hamba-Nya. [Bahjatu Qulubil Abror hal 62, cetakan pertama, Darul Kutubil ‘ilmiyah]&lt;br /&gt;Demikian pula sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ اَلْجَنَّةَ تَقْوى اَللَّهِ وَحُسْنُ اَلْخُلُقِ&lt;br /&gt; ”Yang paling banyak memasukkan ke surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Maajah dan Al-Haakim dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)&lt;br /&gt;Tingginya ilmu bukan tolak ukur iman dan tauhid&lt;br /&gt;Karena ilmu terkadang tidak kita amalkan, yang benar ilmu hanyalah sebagai wasilah/perantara untuk beramal dan bukan tujuan utama kita. Oleh karena itu Alloh Azza wa Jalla berfirman,&lt;br /&gt; جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt; “Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.” [Al-Waqi’ah: 24]&lt;br /&gt;Alloh TIDAK berfirman,&lt;br /&gt;جَزَاء بِمَا كَانُوا يعَلمُونَ&lt;br /&gt; “Sebagai balasan apa yang telah mereka ketahui.”&lt;br /&gt;Dan cukuplah peringatan langsung dalam Al-Qur’an bagi mereka yang berilmu tanpa mengamalkan,&lt;br /&gt; يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَْ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ&lt;br /&gt; ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan hal yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu kerjakan.” (QS.Ash-Shaff : 3)&lt;br /&gt;Dan bisa jadi Ilmunya tinggi karena di karuniai kepintaran dan kedudukan oleh Alloh sehingga mudah memahami, menghapal dan menyerap ilmu.&lt;br /&gt;Ilmu Agama hanya sebagai wawasan ?&lt;br /&gt;Inilah kesalahan yang perlu kita perbaiki bersama, sebagian kita giat menuntut ilmu karena menjadikan sebagai wawasan saja, agar mendapat kedudukan sebagai seorang yang tinggi ilmunya, dihormati banyak orang dan diakui keilmuannya. Kita perlu menanamkan dengan kuat bahwa niat menambah ilmu agar menambah akhlak dan amal kita.&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,&lt;br /&gt;“Salah satu tanda kebahagiaan dan kesuksesan adalah tatkala seorang hamba semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah juga tawadhu’ dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya.” [Al-Fawa’id hal 171, Maktabah Ast-Tsaqofiy]&lt;br /&gt;Sibuk belajar ilmu fiqh dan Ushul, melupakan ilmu akhlak dan pensucian jiwa&lt;br /&gt;Yang perlu kita perbaiki bersama juga, sebagian kita sibuk mempelajari ilmu fiqh, ushul tafsir, ushul fiqh, ilmu mustholah hadistdalam rangka memperoleh kedudukan yang tinggi, mencapai gelar “ustadz”, menjadi rujukan dalam berbagai pertanyaan. Akan tetapi terkadang kita lupa mempelajari ilmu akhlak dan pensucian jiwa, berusaha memperbaiki jiwa dan hati kita, berusaha mengetahui celah-celah setan merusak akhlak kita serta mengingat bahwa salah satu tujuan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus adalah untuk menyempurnakan Akhlak manusia.&lt;br /&gt;Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;“بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلاَقِ”&lt;br /&gt;“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” [H.R. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau, adz-Dzahabi dan al-Albani].&lt;br /&gt;Ahlak yang mulia juga termasuk dalam masalah aqidah&lt;br /&gt;Karena itu kita jangan melupakan pelajaran akhlak mulia, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah memasukkan penerapan akhlak yang mulia dalam permasalahan aqidah. Beliau berkata,&lt;br /&gt;“Dan mereka (al-firqoh an-najiah ahlus sunnah wal jama’ah) menyeru kepada (penerapan) akhlak yang mulia dan amal-amal yang baik. Mereka meyakini kandungan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Yang paling sempuna imannya dari kaum mukminin adalah yang paling baik akhlaknya diantara mereka“. Dan mereka mengajakmu untuk menyambung silaturahmi dengan orang yang memutuskan silaturahmi denganmu, dan agar engkau memberi kepada orang yang tidak memberi kepadamu, engkau memaafkan orang yang berbuat zhalim kepadamu, dan ahlus sunnah wal jama’ah memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silaturahmi, bertetangga dengan baik, berbuat baik kepada anak-anak yatim, fakir miskin, dan para musafir, serta bersikap lembut kepada para budak. Mereka (Ahlus sunnah wal jama’ah) melarang sikap sombong dan keangkuhan, serta merlarang perbuatan dzolim dan permusuhan terhadap orang lain baik dengan sebab ataupun tanpa sebab yang benar. Mereka memerintahkan untuk berakhlak yang tinggi (mulia) dan melarang dari akhlaq yang rendah dan buruk”. [lihat Matan 'Aqiidah al-Waashithiyyah]&lt;br /&gt;Bagi yang sudah “ngaji” Syaitan lebih mengincar akhlak bukan aqidah&lt;br /&gt;Bagi yang sudah “ngaji”, yang notabenenya insyaAlloh sudah mempelajari ilmu tauhid dan aqidah, mengetahui sunnah, mengetahui berbagai macam maksiat, tidak mungkin syaitan mengoda dengan cara mengajaknya untuk berbuat syirik, melakukan bid’ah, melakukan maksiat akan tetapi syaitan berusaha merusak Akhlaknya. Syaitan berusaha menanamkan rasa dengki sesama, hasad, sombong, angkuh dan berbagai akhlak jelak lainnya.&lt;br /&gt;Syaitan menempuh segala cara untuk menyesatkan manusia, tokoh utama syaitan yaitu Iblis berikrar untuk hal tersebut setelah Alloh azza wa jalla menghukumnya dan mengeluarkannya dari surga, maka iblis menjawab:&lt;br /&gt;قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَْ ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ&lt;br /&gt;“Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan(menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (Al-A’raf: 16-17)&lt;br /&gt;Kita butuh teladan akhlak dan takwa&lt;br /&gt;Disaat ini kita tidak hanya butuh terhadap teladan ilmu tetapi kita lebih butuh teladan ahklak dan takwa, sehingga kita bisa melihat dengan nyata dan mencontoh langsung akhlak dan takwa orang tersebut terutama para ustadz dan syaikh.&lt;br /&gt;Yang perlu kita camkan juga, jika menuntut ilmu dari seseorang yang pertama kali kita ambil adalah akhlak dan adab orang tersebut baru kita mengambil ilmunya. Ibu Imam Malik rahimahullahu, sangat paham hal ini dalam mendidik anaknya, beliau memerhatikan keadaan putranya saat hendak pergi belajar. Imam Malik rahimahullahu mengisahkan:&lt;br /&gt;“Aku berkata kepada ibuku, ‘Aku akan pergi untuk belajar.’ ‘Kemarilah!’ kata ibuku, ‘Pakailah pakaian ilmu!’ Lalu ibuku memakaikan aku mismarah (suatu jenis pakaian) dan meletakkan peci di kepalaku, kemudian memakaikan sorban di atas peci itu. Setelah itu dia berpesan, ‘Sekarang, pergilah untuk belajar!’ Dia juga pernah mengatakan, ‘Pergilah kepada Rabi’ah (guru Imam Malik, pen)! Pelajarilah adabnya sebelum engkau pelajari ilmunya!’. (Waratsatul Anbiya’, dikutip dari majalah Asy Syariah No. 45/IV/1429 H/2008, halaman 76 s.d. 78)&lt;br /&gt;Kemudian pada komentar ketiga,&lt;br /&gt;“Baru melihatnya saja, ana langsung teringat akherat”&lt;br /&gt;Hal inilah yang kita harapkan, banyak teladan langsung seperti ini. Para ulama pun demikian sebagaimana Ibnul Qoyyim rahimahullahu berkata,&lt;br /&gt;“Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan takut yang berlebihan, atau timbul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk, atau (ketika kami merasakan) kesempitan hidup, kami mendatangi beliau, maka dengan hanya memandang beliau dan mendengarkan ucapan beliau, maka hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang.” [Al Waabilush Shayyib hal 48, cetakan ketiga, Darul Hadist, Maktabah Syamilah]&lt;br /&gt;Sudah lama “ngaji” tetapi kok susah sekali memperbaiki Akhlak?&lt;br /&gt;Memang memperbaiki Akhlak adalah hal yang tidak mudah dan butuh “mujahadah” perjuangan yang kuat. Selevel para ulama saja membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki akhlak.&lt;br /&gt;Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullahu :&lt;br /&gt;طلبت الأدب ثلاثين سنة وطلبت العلم عشرين سنة كانوا يطلبون الأدب ثم العلم&lt;br /&gt;“Saya mempelajari adab selama 30 tahun dan saya mempelajari ilmu (agama) selama 20 tahun, dan ada-lah mereka (para ulama salaf) memulai pelajaran mereka dengan mempelajari adab terlebih dahulu kemudian baru ilmu”. [Ghayatun-Nihayah fi Thobaqotil Qurro I/446, cetakan pertama, Maktabah Ibnu Taimiyyah, Maktabah Syamilah]&lt;br /&gt;Dan kita tetap terus menuntut ilmu untuk memperbaiki akhlak kita karena ilmu agama yang shohih tidak akan masuk dan menetap dalam seseorang yang mempunyai jiwa yang buruk.&lt;br /&gt;Imam Al Ghazali rahimahullahu berkata,&lt;br /&gt;“Kami dahulu menuntut ilmu bukan karena Allah ta’ala , akan tetapi ilmu enggan kecuali hanya karena Allah ta’ala.” [Thabaqat Asy Syafi’iyah, dinukil dari tulisan ustadz Kholid syamhudi, Lc, majalah Assunah].&lt;br /&gt;Jadi hanya ada kemungkinan ilmu agama tidak akan menetap pada kita ataupun ilmu agama itu akan memperbaiki kita. Jika kita terus menerus menuntut ilmu agama maka insyaAlloh ilmu tersebut akan memperbaiki akhlak kita dan pribadi kita.&lt;br /&gt;Mari kita perbaiki akhlak untuk dakwah&lt;br /&gt;“orang salafi itu ilmunya bagus, ilmiah dan masuk akal tapi keras dan mau menang sendiri” [pengakuan seseorang kepada penyusun]&lt;br /&gt;Karena akhlak buruk, beberapa orang menilai dakwah ahlus sunnah adalah dakwah yang keras, kaku, mau menang sendiri, sehingga beberapa orang lari dari dakwah dan menjauh. Sehingga dakwah yang gagal karena rusaknya ahklak pelaku dakwah itu sendiri. Padahal rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا&lt;br /&gt;“Mudahkan dan jangan mempersulit, berikan kabar gembira dan jangan membuat manusia lari” [HR. Bukhari, Kitabul ‘Ilmino.69]&lt;br /&gt;Karena Akhlak yang buruk pula ahlus sunnah berpecah belah, saling tahzir, saling menjauhi yang setelah dilihat-lihat, sumber perpecahan adalah perasaan hasad dan dengki, baik antar ustadz ataupun antar muridnya. Dan kita patut berkaca pada sejarah bagaimana Islam dan dakwah bisa berkembang karena akhlak pendakwahnya yang mulia.&lt;br /&gt;Jangan lupa berdoa agar akhlak kita menjadi baik&lt;br /&gt;Dari Ali bin Abi Thalib Rodhiallahu ‘anhu bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu do’anya beliau mengucapkan:&lt;br /&gt;,أَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الأَخْلَاقِ, فَإِنَّهُ لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّاأَنْتَ&lt;br /&gt;وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَالَايَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَاإِلَّاأَنْتَ&lt;br /&gt;“Ya Alloh, tunjukkanlah aku pada akhlak yang paling baik, karena tidak ada yang bisa menunjukkannya selain Engkau. Ya Alloh, jauhkanlah aku dari akhlak yang tidak baik, karena tidak ada yang mampu menjauhkannya dariku selain Engkau.” (HR. Muslim 771, Abu Dawud 760, Tirmidzi 3419)&lt;br /&gt;Dan doa dijauhkan dari akhlak yang buruk,&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ&lt;br /&gt;“Ya Alloh, aku berlindung kepadamu dari akhlak, amal dan hawa nafsu yang mungkar” (HR. Tirmidzi no. 3591, dishohihkan oleh Al-Albani dalam Dzolalul Jannah: 13)&lt;br /&gt;Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Walamdulillahi robbil ‘alamin.&lt;br /&gt;Disempurnakan di Lombok, Pulau seribu Masjid&lt;br /&gt;27 Ramadhan 1432 H Bertepatan 27 Agustus 2011&lt;br /&gt; Semoga Allah meluruskan niat kami dalam menulis dan memperbaiki akhlak kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun: Raehanul Bahraen&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;br /&gt;[1] ngaji: istilah yang ma’ruf, yaitu seseorang mendapat hidayah untuk beragama sesuai dengan Al-Qur’an dan As-sunnah dengan pemahaman salafus shalih, istilah ini juga identik dengan penuntut ilmu agama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-7968947421609439361?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/7968947421609439361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/7968947421609439361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2011/09/sudah-lama-mengaji-namun-akhlak-kurang.html' title='SUDAH LAMA MENGAJI NAMUN AKHLAK KURANG BAIK'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-5744407047095423219</id><published>2011-05-29T09:48:00.001+07:00</published><updated>2011-05-29T09:48:21.096+07:00</updated><title type='text'>Penafsiran pancasila</title><content type='html'>Sebelum Indonesia merdeka tahun 1945 bulan Agustus  kita ingat bahwa sebelumnya ada suatu badan yang difungsikan untuk membuat dan menentukan dasar2 persiapan untuk menuju kemerdekaan.Badan itu adalah PPKI atau panitia persiapan kemerdekaan Indonesia.salah satu topik bahasannya adalah Pancasila.Sukarno sebelumnya telah memperkenalkan piagam jakarta bulan juni 1945.pada ayat 1 disebutkan keTuhanan yang Maha Esa,dengan kewajiban menjalankan sariat Islam bagi pemeluknya.Pada saat itu timbul perdebatan yang sengit mengenai perlunya ditulisnya kalimat itu.karena ada yang protes yaitu Maramis,dia satu2nya yang bukan Islam yaitu Kristen.sampai detik terakhir Sukarno sebagai pencipta piagam jakarta akhirnya luluh dan setuju kalimat itu tidak dicantumkan.Namun ada seseorang yang walaupun dia bukan pencipta nya tetapi tetap bersikukuh untuk tetap dicantumkan,dialah Ki Bagus.Bung Hatta dkk tidak dapat merubah pendapatnya itu.Tetapi pada akhirnya dia bertanya apakah artinya kalimat keTuhanan yang Maha Esa itu adalah kalimat tauhid? ya jawab teman2nya didalam PPKI.kalau begitu saya menerima,berkata Ki Bagus.&lt;br&gt;Dari sinilah kita dapat menarik tafsirnya sila pertama itu walaupun tidak ditulis tetapi sesungguhnya adalah setiap agama diwajibkan menjalankan segenap peraturan2 didalam agamanya secara total,tidak ada pilihan lain.Bagi yang beragama Islam diwajibkan pula totalitas dalam menjalankan agamanya.Karena Allah sudah menetapkan bagi yang tidak berusaha untuk total tidak disebut beragama Islam.&lt;br&gt;Islam adalah agama terakhir dan terlengkap,sehingga peraturan2 nya banyak.termasuk dalam hukum pidana,Islam ada hukumya.sehingga orang yang beragama Islam diwajibkan memakai hukum pidana Islam bukan hukum nasional.Kalau tidak ada dalam Hukum Islam barulah boleh memakai hukum nasional.&lt;br&gt;Inilah tafsir sila pertama Pancasila.Tafsir ini sudah final dan tidak boleh ditafsirkan ulang oleh orang/badan lain.Mengapa tafsir ini sudah final,karena yang mentafsirkan adalah pembuatnya sendiri Sukarno, dibantu oleh teman2nya didalam PPKI.jadi bangsa Indonesia siapapun dia walaupun MPR sekalipun tidak bisa dan tidak boleh mentafsirkan lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-5744407047095423219?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5744407047095423219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5744407047095423219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2011/05/penafsiran-pancasila.html' title='Penafsiran pancasila'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-3294269661560724861</id><published>2011-03-31T19:19:00.002+07:00</published><updated>2011-04-06T05:36:56.616+07:00</updated><title type='text'>Aneh, Banyak Muslim Dukung Invasi AS ke Libya untuk Isap Darah Umat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Aneh, Banyak Muslim Dukung Invasi AS ke Libya untuk Isap Darah Umat&lt;br /&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Inna lillahi wa inna ilaihi&lt;br /&gt;raji'un. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma inna&lt;br /&gt;nas'alukal 'afiyah fid dunya wal akhirah. Amin ya Rahiim.&lt;br /&gt;Sangat sulit dipahami, bagaimana mungkin banyak Muslim hari ini&lt;br /&gt;mendukung invasi Amerika Cs ke Libya. Baik itu ulama, ustadz,&lt;br /&gt;pengamat, pemerhati, jurnalis, dan sebagainya. Bagaimana mungkin akal&lt;br /&gt;kita bisa membenarkan invasi ke Libya itu? Sesempit itukah wawasan&lt;br /&gt;kita? Sependek itukah nalar sejarah kita? Tidakkah kita mau belajar&lt;br /&gt;dari penderitaan bangsa Irak dan Afghanistan, pasca invasi Amerika Cs&lt;br /&gt;tahun 2003 dan 2001 lalu?&lt;br /&gt;Alasan yang dipakai para AGRESSOR untuk menghujani Libya dengan&lt;br /&gt;rudal-rudal adalah: "Demi menyelamatkan warga Benghazi yang anti&lt;br /&gt;Qaddafi dari serangan brutalnya yang telah menewaskan manusia sampai&lt;br /&gt;6000 orang lebih." Dengan alasan ini lalu kita membenarkan serangan&lt;br /&gt;udara negara-negara syaitan seperti Amerika, Inggris, Perancis,&lt;br /&gt;Italia, Kanada, dll.&lt;br /&gt;Apakah Kalian Mendukung Mereka Menghisap Darah Kaum Muslimin???&lt;br /&gt;Mula-mula harus diklarifikasi dulu, benarkah korban yang jatuh dari&lt;br /&gt;pihak demonstran anti Qaddafi sampai 6000 jiwa lebih? Laporan ini&lt;br /&gt;berdasarkan pantauan TV Aljazeera, lembaga HAM Libya, dan lembaga HAM&lt;br /&gt;internasional. Sedangkan, korban menurut versi Pemerintah Libya&lt;br /&gt;sendiri tidak pernah dilihat. Setidaknya, kita harus melihat laporan&lt;br /&gt;kalangan Islam independen, yang tidak terlibat dalam pertikaian&lt;br /&gt;politik di Libya.  Kalau Aljazeera kan jelas-jelas sudah terlibat&lt;br /&gt;dalam revolusi dunia Arab saat ini, malah TV ini merupakan PROVOKATOR&lt;br /&gt;paling sengit.&lt;br /&gt;Cobalah berpikir logis. Selama terjadi bentrok di Libya, pernahkah&lt;br /&gt;kita melihat mayat-mayat bergelimpangan dalam jumlah besar? Pernahkah&lt;br /&gt;kita lihat ke rumah-rumah sakit, di sana ada ribuan korban jiwa?&lt;br /&gt;Pernahkah kita lihat ada pekuburan-pekuburan massal untuk mengubur&lt;br /&gt;jenazah yang ribuan orang itu? Pernahkah kita lihat ada gambar-gambar&lt;br /&gt;mayat bertumpuk-tumpuk di Libya saat ini? Kalau ada semua itu, saya&lt;br /&gt;yakin rakyat Libya yang semula pro Qaddafi, mereka akan berbalik&lt;br /&gt;menyerang Qaddafi. Sebab fitrahnya manusia, tidak suka melihat&lt;br /&gt;kekejaman.&lt;br /&gt;Bukannya kita mendukung kekejaman Qaddafi. Tidak sama sekali. Tetapi&lt;br /&gt;jangan sampai kita zalim dengan menuduhkan sesuatu yang memang tidak&lt;br /&gt;ada realitasnya. Kekejaman Qaddafi kepada demonstran ya jelas harus&lt;br /&gt;dihentikan. Bukan seperti itu cara yang seharusnya dilakukan. Baik&lt;br /&gt;Qaddafi maupun pasukan NATO, haram berbuat kezaliman.&lt;br /&gt;Sekarang masalahnya, bagaimana bisa kita menolak kekejaman Qaddafi,&lt;br /&gt;sementara kita membenarkan kekejaman serangan NATO terhadap&lt;br /&gt;target-target sasaran sipil di Libya? Apakah kalau yang menyerang itu&lt;br /&gt;Qaddafi, ia dilarang; tetapi kalau NATO, ia dibenarkan? Itukah yang&lt;br /&gt;namanya keadilan?&lt;br /&gt;Seandainya NATO benar-benar adil –sedangkan syaitan tak ada yang&lt;br /&gt;bersikap adil– seharusnya mereka segera menghajar Israel dengan&lt;br /&gt;serangan ribuan ton rudal. Karena kita tahu betapa kejamnya Israel&lt;br /&gt;saat menyerang warga Ghaza pada 2008 lalu. Begitu pula betapa kejinya&lt;br /&gt;bangsa itu saat merampok kapal Mavi Marmara dan membunuhi puluhan&lt;br /&gt;manusia di dalamnya. Mengapa kita tidak meminta NATO menghajar Israel&lt;br /&gt;dengan segala kekejiannya itu?&lt;br /&gt;Apakah seorang Muslim pantas meminta orang kafir membunuhi sesama&lt;br /&gt;Muslim (warga Libya), sementara dia tidak pernah meminta orang kafir&lt;br /&gt;itu membalas kekejaman Yahudi Israel? Siapapun yang merestui&lt;br /&gt;pembunuhan kaum Muslimin di Libya saat ini, dengan meminta bantuan&lt;br /&gt;tangan-tangan keji kaum kuffar, mereka bisa jatuh dalam kekufuran.&lt;br /&gt;Berhati-hatilah wahai kaum Muslimin.&lt;br /&gt;Mungkin Anda akan membantah, "Tapi kan Qaddafi sudah kejam, sudah&lt;br /&gt;biadab, sudah membunuhi ribuan orang Muslim? Dia harus dihentikan&lt;br /&gt;bagaimanapun caranya, berapapun harganya?"&lt;br /&gt;Demi Allah, kekejaman Qaddafi –jika benar demikian adanya– tidak bisa&lt;br /&gt;dibenarkan dalam Syariat Islam. Dalam menyikapi pertikaian politik&lt;br /&gt;antar sesama Muslim (Pemerintah Qaddafi dan demonstran anti Qaddafi)&lt;br /&gt;seharusnya ditempuh jalan damai, jalan perundingan, dan kompromi.&lt;br /&gt;Bukan saling membunuh. Nabi Saw mengatakan, kalau dua orang Muslim&lt;br /&gt;berhadapan, keduanya sama-sama menghunus pedang, lalu salah satu&lt;br /&gt;darinya mati; maka keduanya masuk neraka. Yang terbunuh pun masuk&lt;br /&gt;neraka, sebab dia sudah ada niat membunuh kawannya.&lt;br /&gt;Cara terbaik mengatasi pertikaian antar sesama Muslim adalah JALAN&lt;br /&gt;DAMAI, bukan saling serang dan membunuh. Dan lebih keji lagi, kalau&lt;br /&gt;untuk urusan saling membunuh itu, kaum Muslimin meminta bantuan orang&lt;br /&gt;kafir –laknat Allah atas mereka–. Wong, saling serang antar Muslim&lt;br /&gt;saja haram, apalagi meminta bantuan kuffar untuk menyerang Ummat Islam&lt;br /&gt;lainnya. Ini adalah perbuatan terkutuk yang bisa mengeluarkan&lt;br /&gt;pelakunya dari Islam.&lt;br /&gt;Andaikan Qaddafi telah berbuat kejam dengan membunuhi ribuan Muslim.&lt;br /&gt;Tetap saja solusinya bukan dengan mendatangkan kekuatan kuffar untuk&lt;br /&gt;menghancurkan seluruh negara Libya dan rakyatnya. Jangan sampai, hanya&lt;br /&gt;demi mengusir tikus yang masuk rumah, kita menyewa meriam milik orang&lt;br /&gt;kuffar. Nanti, bukan hanya tikus itu yang terbakar, tetapi seluruh&lt;br /&gt;rumah akan menjadi hancur berkeping-keping.&lt;br /&gt;Cobalah ingat bagaimana latar-belakang perang Afghanistan dan perang&lt;br /&gt;Irak! Alasan perang Afghan, adalah untuk menghajar Usamah bin Ladin&lt;br /&gt;dan Al Qa'idah. Tetapi yang dihancurkan oleh NATO adalah seluruh&lt;br /&gt;negara Afghan dan rakyatnya, sementara Al Qa'idah sampai sekarang&lt;br /&gt;masih terus eksis. Alasan perang Irak, adalah untuk menghajar Saddam&lt;br /&gt;yang memiliki senjata pemusnah massal. Ternyata kemudian terbukti,&lt;br /&gt;alasan itu bohong belaka. Tetapi bangsa Irak sudah remuk-redam dihajar&lt;br /&gt;ribuan ton rudal NATO. Bahkan kini Irak lebih didominasi oleh sekte&lt;br /&gt;Syi'ah Rafidhah. Wal 'iyadzubillah.&lt;br /&gt;Kalau masalah kekejaman, Qaddafi bukan satu-satunya penguasa kejam.&lt;br /&gt;Coba hitung berapa ribu manusia yang telah tewas di Afghanistan dan&lt;br /&gt;Irak! Sebagian menyebut sudah jutaan. Lalu hitung berapa korban Muslim&lt;br /&gt;di Palestina akibat kekejaman Israel! Lalu hitung kekejaman di&lt;br /&gt;Somalia, di Rwanda, di Chechnya, di Bosnia, bahkan di Ambon, Maluku,&lt;br /&gt;Sampit, Sambas, dan lainnya. Ada berapa ribu manusia yang "disate" di&lt;br /&gt;tempat-tempat itu? Lalu apakah NATO segera bergerak cepat untuk&lt;br /&gt;menghancurkan pihak-pihak pembantai di tempat-tempat itu?&lt;br /&gt;Kita masih ingat bagaimana kekejaman regim militer di Aljazair ketika&lt;br /&gt;merampas kemenangan FIS pada tahun 1991-1992 lalu. Ketika itu regim&lt;br /&gt;militer tersebut membunuh 50.000 lebih aktivis Islam, atas dukungan&lt;br /&gt;negara syaitan Prancis. Apa kita lupa dengan fakta sejarah itu? Lalu&lt;br /&gt;di mana pembelaan NATO terhadap FIS? Padahal FIS memenangkan pemilu&lt;br /&gt;secara demokratis? Mengapa penguasa militer Aljazair tidak dihajar&lt;br /&gt;oleh NATO dan negara sampah seperti Amerika, Inggris, Kanada, dan&lt;br /&gt;sejenisnya? Di mana pembelaan mereka terhadap nasib 50.000 aktivis&lt;br /&gt;Islam di Aljazair?&lt;br /&gt;Dan yang paling konyol lagi, ialah alasan: "Menciptakan demokrasi di&lt;br /&gt;Libya." Ini adalah alasan yang paling TOLOL yang bisa dikemukakan.&lt;br /&gt;Demi melaksanakan demokrasi, kita menghalalkan invasi negara-negara&lt;br /&gt;kuffar –semoga Allah mengutuk mereka dan menghancurkan ekonomi&lt;br /&gt;mereka–.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin negara-negara itu ingin memaksakan demokrasi dengan&lt;br /&gt;bahasa "rudal dan bom"? Ini adalah KEMUNAFIKAN yang sangat telanjang.&lt;br /&gt;Mungkinkah bisa terjadi demokrasi dengan bahasa rudal? Sangat sulit&lt;br /&gt;dimengerti. Apakah artinya demokrasi jika menghalalkan agresi, invasi,&lt;br /&gt;dan serangan rudal-rudal? Disebut demokrasi karena disana tidak&lt;br /&gt;digunakan cara-cara kekerasan. Kalau memakai cara kekerasan, yang&lt;br /&gt;terjadi bukan demokrasi, tetapi demokrasi berdarah. Lihatlah di&lt;br /&gt;Afghanistan, disana Amerika berusaha mendemokrasikan bangsa Afghan&lt;br /&gt;tetapi dengan memakai rudal. Akibatnya, rakyat Afghan merespon ajakan&lt;br /&gt;Amerika itu dengan serangan-serangan bom manusia, sampai saat ini.&lt;br /&gt;Demokrasi darah, ya hasilnya akan dibayar dengan darah pula.&lt;br /&gt;Satu hal yang harus disadari. Andaikan nanti Qaddafi berhasil&lt;br /&gt;dihancurkan oleh pasukan NATO, lalu diganti tokoh lain yang lebih&lt;br /&gt;demokratis. Pertanyaannya, apakah setelah itu NATO akan pulang ke&lt;br /&gt;rumah masing-masing secara damai dan penuh ikhlas? Jangan bodoh kawan!&lt;br /&gt;Mereka sudah keluar uang banyak untuk menjatuhkan Qaddafi. Mereka&lt;br /&gt;pasti akan meminta BAYARAN atas uang yang sudah mereka keluarkan untuk&lt;br /&gt;aksi militer itu. Sebagai catatan, harga 1 unit rudal Tomahawk saja&lt;br /&gt;bisa mencapai Rp. 5 miliar sampai Rp. 9 miliar.&lt;br /&gt;Semua biaya-biaya itu pasti akan dimintakan agar diganti oleh negara&lt;br /&gt;Libya. Kalau bukan dibayar secara cash, bisa dikonversi dalam bentuk&lt;br /&gt;hutang negara. Atau dialihkan dalam bentuk penguasaan ladang-ladang&lt;br /&gt;minyak di Libya. Mana ada perang yang cuma-cuma, kawan? Jangan bodoh&lt;br /&gt;dan terlalu lugu. Negara-negara agressor seringkali memanfaatkan&lt;br /&gt;perang semacam itu untuk mendapat penghasilan ekonomi besar. Itulah&lt;br /&gt;yang disebut sebagai "jualan amunisi berkuah darah".&lt;br /&gt;Sehebat apapun konflik di tengah kaum Muslimin, solusinya bukan dengan&lt;br /&gt;meminta bantuan pasukan kuffar yang terkenal haus darah dan zhalim&lt;br /&gt;itu. Konflik di antara kaum Muslimin seharusnya diselesaikan dengan&lt;br /&gt;ISHLAH. Al Qur'an mengajarkan agar kita menempuh jalan damai ketika&lt;br /&gt;menyelesaikan sengketa suami-isteri. Bila konflik sudah serius, kita&lt;br /&gt;bisa mengambil, "Hakaman min ahlihi wa hakaman min ahliha" (seorang&lt;br /&gt;penengah dari pihak suami, dan penengah dari pihak isteri). Cara&lt;br /&gt;demikian diutamakan, karena Islam menganut prinsip, "Was shulhu khair"&lt;br /&gt;(perdamaian atau ishlah itu lebih baik).&lt;br /&gt;Kalau untuk konflik rumah-tangga diutamakan cara ishlah, apalagi&lt;br /&gt;konflik yang menyangkut darah, nyawa, harta, dan kehidupan kaum&lt;br /&gt;Muslimin dalam skala luas? Lalu dimana akal kita ketika kini&lt;br /&gt;menyetujui invasi Amerika Cs ke Libya? Itukah cara Islami yang&lt;br /&gt;diajarkan oleh Kitabullah dan As Sunnah? Sangat jauh, sangat jauh;&lt;br /&gt;seperti jauhnya langit dan bumi, serta jauhnya Barat dan Timur.&lt;br /&gt;"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali&lt;br /&gt;dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian,&lt;br /&gt;niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat)&lt;br /&gt;memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah&lt;br /&gt;memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah&lt;br /&gt;kembali (mu)" (TQS Ali Imran: 28).&lt;br /&gt;Cukuplah ayat di atas sebagai peringatan bagi kita semua. [Abinya Syakir]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;dikutip dari www.voa-islam.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-3294269661560724861?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3294269661560724861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3294269661560724861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2011/03/aneh-banyak-muslim-dukung-invasi-as-ke.html' title='Aneh, Banyak Muslim Dukung Invasi AS ke Libya untuk Isap Darah Umat'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-6491087806360537828</id><published>2011-02-24T10:58:00.000+07:00</published><updated>2011-02-24T11:00:04.342+07:00</updated><title type='text'>Negara ataukah rakyat yang berkuasa</title><content type='html'>Negara adalah sebuah bentuk institusi yang terdiri dari rakyat pemerintah dan wilayah.Negara diciptakan manusia untuk melayani wilayah dan rakyatnya.Negara mempunyai tugas dan kewajiban yang tertulis semenjak negara itu didirikan.Harus ada UUD nya yang sulit untuk diubah.Karena membongkar UUD sama dengan membongkar/meruntuhkan negara.Itulah walaupun disatu wilayah tak ada rakyat penduduknya negara harus memelihara membuat infrastruktur dan menjaga keutuhan negara.Harus dibuat telekomunikasi berjalan walaupun tak ada rakyatnya demi keperluan pertahanan dan keamanan.Negara harus menugaskan tentara ketempat2 tak berpenduduk/terpencil untuk menjaga keutuhan negara.Disini terbukti bahwa nomor satu adalah negara bukan rakyat atau pemerintahnya.Rakyat/pemerintah setiap saat dapat pindah.Rakyat dapat berimigrasi ke negara lain.Jadi setiap negara diciptakan menurut para pendirinya.bukan menuruti rakyatnya yang dapat setiap saat pindah negara. Kalau ada rakyat yang hendak merubah haluan negara harus dicegah.Kalau tak dapat disadarkan  harus diberantas.Kalau rakyat tak suka dengan suatu pemerintahan dalam suatu negara rakyat haruslah melihat dahulu dasar negara itu.Kalau sesuai ya sudah.kalau tidak rakyat berkewajiban memberi ingat pemerintah dengan cara2 yang baik.tidak berdemonstrasi anarkis.paling2 hanya dapat menganjurkan mogok masal.tidak boleh menduduki wilayah negara tanpa hak.Rakyat harus melakukan protes dengan cara bijaksana.Bila rakyat melanggar hal ini negara harus menjaga eksistensinya dengan cara halus ataupun keras.Rakyat tak boleh cengeng.Kalau mereka kasar negarapun boleh kasar.Jadi seimbang.Terakhir kalau rakyat sudah bosan dan tak dapat merubah pemerintah adalah pindah negara.&lt;br&gt;Ingatlah akan kisah perang jamal.Khalifah Ali dipaksa dengan keras dan kasar untuk menghukum para pembunuh khalifah Usman oleh sebagian umat muslim saat itu termasuk aisyah rha istri nabi.Khalifah Ali belum menemukan bukti2 yang jelas tentang para pembunuh Khalifah Usman.&lt;br&gt;Khalifah Ali takut salah hukum sebelum jelas para pembunuh khalifah Usman.&lt;br&gt;Khalifah Ali didesak untuk segera menghukum.Kemudian Khalifah ali terpaksa menumpas para pemberontak.Demi tegaknya wibawa pemerintah.&lt;br&gt;Itulah hukum2 Islam yang benar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-6491087806360537828?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/6491087806360537828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/6491087806360537828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2011/02/negara-ataukah-rakyat-yang-berkuasa.html' title='Negara ataukah rakyat yang berkuasa'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-2642769301536850545</id><published>2011-02-07T10:16:00.001+07:00</published><updated>2011-02-07T10:16:22.617+07:00</updated><title type='text'>Kekerasan atas nama agama</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu terdengar berita adanya  jemaah ahmadiyah&lt;br&gt;yang diserang oleh penduduk setempat di pandeglang Indonesia.Berita&lt;br&gt;itu dimuat dengan judul kekerasan atas nama agama.&lt;br&gt;Kalau kita membaca saja berita itu tanpa mengkritisinya maka yang kita&lt;br&gt;terima adalah bahwa jemaah ahmadiyah sebagai fihak yang benar dan&lt;br&gt;penduduk yang menyerang ada dalam fihak yang yang salah.&lt;p&gt;Benarkah demikian?&lt;p&gt;Bulan januari 2008 di Indonesia sebenarnya sudah ada perjanjian antara&lt;br&gt;jemaah ahmadiyah dengan umat Islam Indonesia.Isinya antara lain&lt;br&gt;,jemaah ahmadiyah mengakui bahwa selama ini mereka sesat dan tersesat&lt;br&gt;dan ingin kembali kedalam agama islam yang murni.dan umat islam&lt;br&gt;Indonesia akan membantu mereka kembali kejalan yang benar.&lt;br&gt;Tetapi faktanya masih saja ada  jemaah ahmadiyah yang tetap&lt;br&gt;mbalelo/bandel dan tidak mau kembali ke dalam Islam yang ASLI.&lt;br&gt;Untuk yang tidak mau kembali ke Islam sebenarnya umat Islam mudah saja,yaitu&lt;p&gt;JANGAN MENGAKU SEBAGAI AGAMA ISLAM DI KTP ATAU DI TEMPAT LAIN.&lt;br&gt;(jangan memalsukan agama Islam)&lt;p&gt;Tentu ada konsekuensinya,misalnya tak dapat menikah di KUA,kalau&lt;br&gt;meninggal tak boleh dikuburkan di kuburan Islam dsb.&lt;br&gt;MUI pusat sebenarnya sudah mengeluarkan fatwa tentang agama yang&lt;br&gt;mengaku Islam tetapi prakteknya bukan islam yaitu disebut sebagai&lt;br&gt;agama Liberal dan ini masuk sebagai agama/kepercayaan.Negara adalah&lt;br&gt;sebagai wasit utama di Indonesia.Kalau terjadi penyimpangan negaralah&lt;br&gt;yang bertindak.&lt;br&gt;Disini terjadilah peristiwa negara tidak bertindak walaupun sudah&lt;br&gt;terjadi penyimpangan. Faktanya :Negara membiarkan terjadinya pemalsuan&lt;br&gt;agama islam .&lt;br&gt;Sehingga terjadi rakyatlah yang bertindak.&lt;br&gt;Kemudian media masa menulis &amp;quot; kekerasan atas nama agama&amp;quot; tanpa periksa sebabnya.&lt;br&gt;Hal ini serupa dengan dihukum tembaknya terpidana mati oleh regu tembak.&lt;br&gt;kalau dibuat berita: Si fulan ditembak beramai2 oleh tentara/polisi.&lt;br&gt;Kalau tanpa periksa tentunya berita yang kita terima adalah si fulan&lt;br&gt;yang benar dan si tentara/polisi yang salah.&lt;p&gt;Yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar&lt;p&gt;Hal ini terjadi karena Iblis lah biang keladinya.Siapa yang&lt;br&gt;membantu/mendukung membenarkan yang salah dan membantu/mendukung&lt;br&gt;menyalahkan yang benar adalah TEMAN2 IBLIS.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-2642769301536850545?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/2642769301536850545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/2642769301536850545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2011/02/kekerasan-atas-nama-agama.html' title='Kekerasan atas nama agama'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-3100932218620463475</id><published>2010-12-18T04:20:00.000+07:00</published><updated>2010-12-18T04:21:02.758+07:00</updated><title type='text'>Suara gamelan Kartini</title><content type='html'>Kaudengarkah suara gamelan&lt;br&gt;tak putus-putusnya dilantunkan&lt;br&gt;di pendapa agung yang dijaga&lt;br&gt;tiang-tiang perkasa&lt;br&gt;hanya untuk mengalunkan&lt;br&gt;tembang-tembang lara?&lt;br&gt;….&lt;p&gt;Demikian sepotong sajak &amp;quot;Dari Raden Ajeng Kartini untuk Maria Magdalena&amp;quot;, karya Joko Pinurbo di kumpulan puisinya, Celana. Saat membaca bait-bait sajak tersebut, Sofyan Rosyidi &amp;quot;membayangkan Kartini sedang bersandar di kursi goyang berukir indah. Matanya mungkin langsung memejam. Tapi ingatannya melanglang pergi, menyambangi bertumpuk kenangan yang telah jauh. Tumpukan kenangan dari kesilaman yang dikenangnya dengan perih: saat ia dipingit pada usia menginjak dua belas tahun.&amp;quot;&lt;p&gt;Lewat sepucuk surat untuk nona Zeehandelaar, Kartini mengisahkan kenangannya saat menjalani masa &amp;quot;tutupan&amp;quot; alias pingitan itu. &amp;quot;Saya dikurung di dalam rumah, seorang diri, sunyi senyap terasing dari dunia luar…. Betapa saya dapat menahan kehidupan yang demikian, tiadalah saya tahu. Hanya yang saya tahu, masa itu amat sengsaranya,&amp;quot; tulisnya di surat bertanggal 25 Mei 1899.&lt;p&gt;Saat itu, cuma tetabuhan gamelan yang menjadi hiburannya. Dan bagi seorang yang sedang menanggung siksa dan lara, alunan gamelan itu kedengaran bukan seperti suara dari tembaga, kayu atau kulit kendang, melainkan lebih terasa sebagai suara yang keluar dari sukma manusia, meresap ke dalam hati, kadang berujud keluh-kesah, sebentar lagi meratap-menangis, sekali-kali seperti gelak tawa. Saya kira, itulah sebabnya kenapa Kartini pernah menyebut alunan suara gamelan sebagai &amp;quot;bunyi jelita yang sedih&amp;quot;.&lt;p&gt;Bunyi jelita Kartini yang meratap sedih itu diratapkan kembali dengan lebih menyayat oleh PejalanJauh:&lt;p&gt;Pada Juni 1903, Kartini akhirnya berhasil mendirikan sekolah gadis di kota kelahirannya. Baru sebulan ia dikerkah kesibukan sebagai guru, Kartini lagi-lagi dihardik oleh sebuah situasi yang memaksanya merumuskan ulang segala pendirian yang jauh sebelumnya telah ia pancangkan. Situasi kritis itu datang lewat sepucuk surat. Bukan sembarang surat, melainkan surat lamaran pernikahan dari Bupati Rembang, R.M. Adipati Joyoadiningrat. Ajaibnya, Kartini menerima lamaran itu. Kartini resmi melepas masa lajangnya pada 8 November 1903.&lt;p&gt;Pernikahan ini jauh lebih ajaib daripada pembatalan kepergiannya ke Belanda. Berkali-kali Kartini mengutarakan dalam surat-suratnya (baik kepada keluarga Abendanon, Ovink Soer maupun Stella) tekad bulat untuk tidak menikah. Simak kata-katanya yang sungguh telengas ini: &amp;quot;Kerja yang serendah-rendahnya maulah aku mengerjakannya dengan berbesar hati dan dengan sungguh-sungguh, asalkan aku tiada kawin, dan aku bebas!&amp;quot;&lt;p&gt;Kebencian Kartini pada institusi pernikahan bukan semata karena perempuan tidak akan bebas lagi begitu ia menikah, tetapi terutama karena faktor poligami. Kartini tahu benar sakit dan perihnya poligami karena ibundanya sendiri adalah korban poligami. Ia yakin, tak ada satu pun perempuan yang mau disakiti dengan poligami. Masalahnya, membenci dan mencerca poligami berarti ia juga harus berhadapan dengan bapaknya, pelaku langsung poligami. Bagaimana bisa Kartini membenci orang yang paling ia kasihi?&lt;p&gt;… Saya curiga, jangan-jangan saat di mana Kartini menerima lamaran itu adalah titik di mana Kartini, pinjam kata-kata Sosiawan Leak dalam sajak Tragedi, &amp;quot;…hanya merasakan keheningan yang cekam, kesepian yang tajam, saat kilau sebilah pisau mantul risaumu, digenggam sosok berwajah kelabu.&amp;quot;&lt;p&gt;Sudah sejak dulu ia merasa sendiri. Segala maksud baiknya kerap dilecehkan justru oleh pihak-pihak yang mana pengorbanannya hendak ia labuhkan. Sepintas, Sang Bapak seperti menerima dan menyokong cita-cita dan pendirian Kartini. Tapi tidak sebagai sebuah keseluruhan. Di rumah, yang benar-benar mengerti dirinya hanya dua adiknya, Roekmini dan Kardinah. Sosorokartono, abangnya, terlampau jarang mereka bersua. Itulah sebabnya ia tekun menulis surat pada siapa saja yang mendengarkan dan mendukung keyakinannya. Di pundak Djoyoadiningrat-lah ia berharap bisa berbagi kesendirian, berbagi pendirian, dan saling menyokong cita-cita satu sama lain.&lt;br&gt;Pelan tapi pasti, gugusan pengalaman hidup yang penuh sedih dan gembira, pertentangan tanpa henti antara cita-cita dan kenyataan, pergolakan untuk berbakti pada orang tua atau bagi kaum dan masyarakatnya, berhasil memaksa Kartini untuk merumuskan ulang dirinya, cita-citanya, pendiriannya, termasuk segala hal ihwal yang sebelumnya ia anggap sebagai momok. Dalam rumusannya yang baru, sesuatu yang dulu dicap sebagai momok coba ia manfaatkan sebagai peluang. Pernikahan poligami yang ia terima adalah contohnya.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Ya, pernikahan R.A. Kartini sebagai istri keempat Bupati Rembang itu merupakan paradoks. Di satu sisi, pernikahannya itu dapat dipandang sebagai peluang, tetapi di sisi lain, pernikahannya yang poligamis itu dapat pula dilihat sebagai kegagalannya. Ny Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dalam jumpa pers menjelang peringatan Hari Kartini, di Wisma Negara, Jakarta, Kamis (19/4/2001), menerangkan:&lt;p&gt;Kartini juga manusia biasa, bukan dewi. Oleh karena itu, ia juga mengalami kegagalan. Contohnya, Kartini tidak sanggup melawan kekuatan budaya patriarkhi yang berkaitan erat dengan para menak yang menjadikan Kartini sebagi istri yang kesekian dari seorang bupati. Bukankah itu suatu kegagalan? Dia gagal menolak poligami karena sebetulnya ia berontak terhadap masalah itu. Ia tidak berhasil melepaskan diri dari poligami.&lt;p&gt;Tetapi saat menjadi istri Bupati Rembang itulah Kartini justru bisa merealisasikan sebagian cita-citanya untuk menyediakan pengajaran bagi perempuan bumiputera. Sang Suami memang dikenal sebagai bupati yang sudah berpikiran maju dan mendukung ide-ide Kartini. &amp;quot;Saya mengucap syukur, membiarkan saya dibimbing oleh seorang yang ditunjukkan oleh Allah Yang Mahakuasa menjadi kawan saya seperjalanan menempuh hidup…&amp;quot; tulisnya kepada keluarga Abendanon. Lupakah Kartini pada ucapan telengasnya tentang perkawinan paksa dan poligami dahulu?&lt;p&gt;Demikian pertanyaan dari Sofyan Rosyidi. Terhadap pertanyaan semacam itu, telah tersedia jawaban oleh Sri Suhandjati Sukri melalui artikelnya, &amp;quot;Kartini Kritik Metode Pendidikan Agama&amp;quot;:&lt;p&gt;Kartini pernah menyatakan kekesalannya terhadap metode pengajaran agama yang tidak membuka peluang untuk berdialog. Hal ini pernah diungkapkan dalam surat yang ditujukan kepada Ny Abendanon. Guru mengaji pada waktu itu umumnya menyampaikan ajaran agama secara indoktrinatif. Maka, posisi Kartini hanya sebagai penerima informasi yang pasif. Metode penyampaian ajaran yang demikian tidak membuka peluang berkembangnya pemikiran yang dapat mendukung peningkatan pemahaman dan kesadaran untuk melaksanakan ajaran agama.&lt;p&gt;Gejolak jiwa Kartini untuk dapat memahami agamanya secara lebih baik, terpenuhi setelah dia bertemu dengan Kiai Saleh Darat, seorang ulama kelahiran Kedungcumpleng, Mayong, Jepara. Ulama ini dikenal sebagai seorang yang berpandangan luas dan mempunyai metode yang tepat dalam penyampaian ajaran agama. Misalnya, untuk memudahkan masyarakat Jawa memahami ajaran agamanya, Kiai Saleh Darat menulis kitab fikih dan tafsir dalam huruf arab pegon. Dengan demikian, masyarakat Jawa mudah untuk membacanya, sekaligus mengerti maknanya. Sebab walaupun berhuruf Arab, tetapi bahasanya Jawa.&lt;p&gt;Dari dialog dengan Kiai Saleh Darat dan membaca kitab- kitab yang ditulisnya, Kartini menemukan metode yang dapat meningkatkan pemahamannya tentang kandungan Alquran.&lt;p&gt;Hal ini menambah semangat Kartini mempelajari agamanya. Hasilnya, dia pun merasakan kedekatan dengan Tuhan. Dia mengemukakan kebahagiaannya itu kepada Ny Abendanon. Dia menyatakan telah menemukan jalan untuk mendekatkan diri pada Tuhan setelah bertahun-tahun dia cari dan rindukan.&lt;p&gt;Pemahaman yang mendalam terhadap ajaran agamanya, membawa perubahan pada jiwa Kartini. Dia menjadi lebih sabar menerima kegagalan dan hambatan yang merintangi perjuangannya. Kartini sadar akan adanya takdir Tuhan, di samping usaha manusia, termasuk perihal poligami yang dulu ditentangnya.&lt;p&gt;Perkawinannya dengan Bupati Rembang Djayadiningrat yang telah memiliki tiga istri dan tujuh orang anak dia terima sebagai takdir Tuhan yang berhikmah. Sebab suaminya termasuk orang yang mendukung pemikiran-pemikiran Kartini untuk mencerdaskan kaum perempuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-3100932218620463475?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3100932218620463475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3100932218620463475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2010/12/suara-gamelan-kartini.html' title='Suara gamelan Kartini'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-778946346202514926</id><published>2010-08-12T20:31:00.002+07:00</published><updated>2010-08-13T23:03:36.448+07:00</updated><title type='text'>Kesalahan demokrasi</title><content type='html'>Manhaj, 20 Maret 2004,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DEMOKRASI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abu Nashr Muhammad bin 'Abdillah Al Imam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Demokrasi&lt;br /&gt;Abdul Ghani Ar Rahhal di dalam bukunya, Al Islamiyyun wa Sarah Ad&lt;br /&gt;Dimuqrathiyyah mendefinisikan demokrasi sebagai "kekuasaan rakyat oleh&lt;br /&gt;rakyat". Rakyat adalah sumber kekuasaan.&lt;br /&gt;Ia juga menyebutkan bahwa orang yang pertama kali mengungkap teori demokrasi&lt;br /&gt;adalah Plato. Menurut Plato, sumber kekuasaan adalah keinginan yang satu&lt;br /&gt;bukan majemuk. Definisi ini juga yang dikatakan oleh Muhammad Quthb dalam&lt;br /&gt;bukunya Madzahib Fikriyyah Mu'ashirah. Dan juga oleh penulis buku Ad&lt;br /&gt;Dimuqrathiyyah fi Al Islam serta yang lainnya.&lt;br /&gt;Perkembangan Demokrasi&lt;br /&gt;Revolusi Prancis tercetus dengan semboyannya yang terkenal "kebebasan,&lt;br /&gt;persaudaraan, dan persamaan ." Prancis memasukkan demokrasi ke dalam&lt;br /&gt;undang-undang dasarnya di bawah judul Hak-Hak Asasi Manusia pada pasal&lt;br /&gt;ketiga :&lt;br /&gt;"Rakyat adalah sumber dan gudang kekuasaan. Setiap lembaga atau individu&lt;br /&gt;yang memegang kekuasaan tidak lain mengambil kekuasaan dari rakyat."&lt;br /&gt;Pasal ini dimasukkan kembali pada undang-undang dasar tahun 1791 M. Di situ&lt;br /&gt;disebutkan bahwa tahta kepemimpinan adalah milik rakyat. Sistem ini tidak&lt;br /&gt;mengakui model pembagian kekuasaan, pengunduran diri ataupun meraih&lt;br /&gt;kekuasaan dengan cara kudeta.&lt;br /&gt;Kemudian paham demokrasi inipun dicantumkan di dalam undang-undang dasar&lt;br /&gt;sebagian negara Arab dan Islam. Sebagai contoh di Mesir ditetapkan di dalam&lt;br /&gt;undang-undang kesatu tahun 1923 serta 1956. Dan pada tahun 1971 di dalam&lt;br /&gt;undang-undang tersebut terdapat teks yang menyebutkan antara lain bahwa :&lt;br /&gt;"Kepemimpinan adalah milik rakyat dan rakyat adalah sumber kekuasaan menurut&lt;br /&gt;cara yang dijelaskan di dalam undang-undang."&lt;br /&gt;Pasal ini terdapat pada undang-undang nyaris semua negara Arab dan Islam.&lt;br /&gt;Pasal semacam ini juga termaktub di dalam undang-undang Yaman, negara kami.&lt;br /&gt;Pada pasal empat misalnya disebutkan :&lt;br /&gt;"Rakyat adalah pemilik dan sumber kekuasaan. Kekuasaan itu bisa diperoleh&lt;br /&gt;secara langsung dengan cara referendum atau lewat pemilihan umum demikian&lt;br /&gt;pula mencabut kekuasaan itu dapat dilakukan secara tidak langsung melalui&lt;br /&gt;lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif serta melalui majelis-majelis&lt;br /&gt;perwakilan yang dipilih."&lt;br /&gt;Dari sini dapat diketahui bahwa demokrasi adalah "Rabb" yang berhak&lt;br /&gt;menetapkan syariat.&lt;br /&gt;Maka tidak samar bagi seorang Muslim bahwa ini adalah perbuatan kufur akbar,&lt;br /&gt;syirik akbar, dan kezaliman yang besar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman&lt;br /&gt;mengisahkan perkataan Luqman Al Hakim :&lt;br /&gt;"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya&lt;br /&gt;mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS.&lt;br /&gt;Luqman : 13)&lt;br /&gt;Syirik apalagi yang lebih besar daripada meniadakan peribadatan kepada&lt;br /&gt;Allah?&lt;br /&gt;Demokrasi sendiri memiliki tiga unsur yaitu :&lt;br /&gt;1. At Tasyri' (Legislatif)&lt;br /&gt;Tidak ada yang berhak menetapkan peraturan kecuali demokrasi. Padahal&lt;br /&gt;Allah-lah Ahkamul Hakimin (Hakim Yang Seadil-adilnya) dan Arhamur Rahimin&lt;br /&gt;(Yang Maha Penyayang) yang bagi-Nya seluruh kekuasaan dan Dia Maha Kuasa&lt;br /&gt;atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;Dalam demokrasi, hukum-hukum-Nya tidak lagi berlaku. Dia tidak boleh membuat&lt;br /&gt;peraturan bagi hamba-hamba-Nya. Membuat peraturan adalah ujung tombak dari&lt;br /&gt;undang-undang. Karena itulah dibuat peraturan demi melestarikan demokrasi.&lt;br /&gt;2. Al Qadha' (Yudikatif)&lt;br /&gt;Tidak diperkenankan bagi seorang penguasa pun untuk memutuskan sesuatu&lt;br /&gt;kecuali berdasarkan undang-undang. Kalau tidak maka dia akan terkena&lt;br /&gt;hukuman. Sebagaimana tertera pada pasal 147 undang-undang dasar negeri Yaman&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;"Memberi keputusan adalah kekuasaan tersendiri baik di dalam masalah hukum,&lt;br /&gt;harta kekayaan maupun administrasi. Dan pengadilan diberi kemerdekaan untuk&lt;br /&gt;memberi keputusan hukum dalam seluruh perkara perdata dan pidana. Para hakim&lt;br /&gt;adalah independen, tidak ada atasan bagi mereka dalam menjatuhkan vonis&lt;br /&gt;kecuali undang-undang."&lt;br /&gt;Renungkanlah kata-kata "tidak ada atasan bagi mereka dalam menjatuhkan vonis&lt;br /&gt;kecuali undang-undang".&lt;br /&gt;3. At Tanfidz (Eksekutif)&lt;br /&gt;Tidak boleh melaksanakan satu keputusan pun kecuali yang berasal dari&lt;br /&gt;undang-undang. Itu berarti membekukan seluruh aturan-aturan syari'ah dan&lt;br /&gt;kepada Allah-lah tempat mengadukan segala urusan. Lihatlah pada pasal 104&lt;br /&gt;yang berbunyi :&lt;br /&gt;"Yang menjadi pelaksana kekuasaan sebagai ganti dari rakyat adalah presiden&lt;br /&gt;dan kementrian sesuai garis-garis yang telah ditentukan di dalam&lt;br /&gt;undangundang."&lt;br /&gt;Apabila kita telah mengetahui bahwa demokrasi merupakan sistem hidup menurut&lt;br /&gt;kacamata pembuat dan pembelanya maka yakinlah kita bahwa ia tidak hendak&lt;br /&gt;lengser dan berubah. Demokrasi adalah sistem sosial politik internasional&lt;br /&gt;yang disokong dan disepakati oleh negara-negara besar. Demokrasi adalah&lt;br /&gt;sistem dan pandangan hidup global. Tidak ada halangan bagi kelompok&lt;br /&gt;pro-demokrasi untuk mengubah satu bagian atau satu kata saja dari pasal&lt;br /&gt;tersebut demi kepentingan demokrasi itu sendiri. Namun itu dilakukan bukan&lt;br /&gt;untuk meruntuhkannya seperti kenyataan yang kita saksikan sekarang.&lt;br /&gt;"Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya tetapi kebanyakan manusia tiada&lt;br /&gt;mengetahuinya." (QS. Yusuf : 21)&lt;br /&gt;Di sini ada persoalan penting yakni bagaimana pandangan hukum Islam terhadap&lt;br /&gt;orang yang menerima paham demokrasi tanpa adanya alasan syar'i?&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam maka sekali-kali tidaklah akan&lt;br /&gt;diterima (agama itu) dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi."&lt;br /&gt;(QS. Ali Imran : 85)&lt;br /&gt;Allah menjadikan orang yang menginginkan selain Islam termasuk golongan&lt;br /&gt;"orang-orang yang merugi pada hari kiamat" kecuali orang tersebut belum&lt;br /&gt;sampai pada apa yang dia inginkan dan belum mengerjakan apa yang dia maukan.&lt;br /&gt;Allah berfirman mengisahkan kerugian orang ini :&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang ringan timbangannya maka mereka itulah orang-orang yang&lt;br /&gt;merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. Muka&lt;br /&gt;mereka dibakar api neraka dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan&lt;br /&gt;cacat. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian tetapi kamu&lt;br /&gt;selalu mendustakannya? Mereka berkata : "Ya Rabb kami, kami telah dikuasai&lt;br /&gt;oleh kejahatan kami dan adalah kami orang-orang yang sesat." (QS. Al&lt;br /&gt;Mukminun : 103-106)&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki dan (hukum) siapakah yang&lt;br /&gt;lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. Al&lt;br /&gt;Maidah : 50)&lt;br /&gt;Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya hanya ada dua hukum, hukum Allah Azza&lt;br /&gt;wa Jalla dan hukum makhluk-Nya. Dan Allah menjelaskan bahwa hukum selain-Nya&lt;br /&gt;adalah hukum jahiliyah walaupun manusia memandangnya sebagai lambang&lt;br /&gt;kemajuan dan "lebih demokratis". Dan demokrasi adalah hukum jahiliyah.&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah maka&lt;br /&gt;mereka itu adalah orang-orang yang kafir." (QS. Al Maidah : 44)&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah maka&lt;br /&gt;mereka itu adalah orang-orang yang zalim." (QS. Al Maidah : 45)&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah maka&lt;br /&gt;mereka itu adalah orang-orang yang fasiq." (QS. Al Maidah : 47)&lt;br /&gt;Sebab turunnya ayat ini adalah ketika ahlul kitab mengingkari hukuman&lt;br /&gt;terhadap seorang pezina yang Allah syariatkan di dalam kitab mereka dan&lt;br /&gt;lebih ridha dengan hukum yang mereka buat. Allah memvonis mereka dengan&lt;br /&gt;kekufuran, kezaliman, dan kefasikan. Lalu, bagaimana dengan orang yang&lt;br /&gt;menentang semua hukum Allah, mengingkari dan memperolok-oloknya? Bukankah&lt;br /&gt;kekufuran, kezaliman, serta kefasikannya lebih keras dan lebih besar?&lt;br /&gt;Sungguh Allah telah berfirman :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah&lt;br /&gt;sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan&lt;br /&gt;menunjukkan jalan kepada mereka kecuali jalan ke neraka Jahannam mereka&lt;br /&gt;kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi&lt;br /&gt;Allah." (QS. An Nisa : 168-169)&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan&lt;br /&gt;untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan&lt;br /&gt;yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan&lt;br /&gt;sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat&lt;br /&gt;pedih." (QS. Asy Syura : 21-22)&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah&lt;br /&gt;beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan&lt;br /&gt;sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut padahal mereka telah&lt;br /&gt;diperintah mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka&lt;br /&gt;(dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS. An Nisa' : 60)&lt;br /&gt;Persoalan lainnya adalah mungkinkah mendekatkan ajaran Islam dan demokrasi?&lt;br /&gt;Jawabnya :&lt;br /&gt;Tidak! Sebabnya adalah beberapa hal berikut :&lt;br /&gt;1. Bahwa yang berhak membikin syariat (peraturan) dalam Islam hanyalah Allah&lt;br /&gt;semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan&lt;br /&gt;keputusan." (QS. Al Kahfi : 26)&lt;br /&gt;"Sesungguhnya hukum hanya milik Allah saja." (QS. Yusuf : 40)&lt;br /&gt;"Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah&lt;br /&gt;Rabb semesta alam." (QS. Al A'raf : 54)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan al amru adalah al hukmu. Allah Azza wa Jalla berfirman&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;"Bahkan milik Allah-lah al amru seluruhnya." (QS. Ar Ra'd : 31)&lt;br /&gt;Dan Nabi kita Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam membuat syariat atas dasar&lt;br /&gt;perintah Allah bukan karena kemauan beliau sendiri.&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama)&lt;br /&gt;Kami niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian&lt;br /&gt;benar-benar Kami potong urat tali jantungnya." (QS. Al Haqqah : 44-46)&lt;br /&gt;Allah memberitakan tentang perihal beliau dalam surat Al An'am (ayat ke-60)&lt;br /&gt;dan Al Ahqaf (ayat ke-9) :&lt;br /&gt;"Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku."&lt;br /&gt;Allah berfirman kepada beliau :&lt;br /&gt;Katakanlah : "Aku hanya memperingatkan kalian dengan wahyu." (QS. Al Anbiya&lt;br /&gt;: 45)&lt;br /&gt;Allah juga berfirman membersihkan Nabi-Nya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :&lt;br /&gt;"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Quran) menurut kemauan hawa&lt;br /&gt;nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan&lt;br /&gt;(kepadanya) yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat yang&lt;br /&gt;mempunyai akal yang cerdas." (QS. An Najm : 3-6)&lt;br /&gt;Allah berfirman kepada Nabi-Nya :&lt;br /&gt;"Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran agar kamu menerangkan kepada umat&lt;br /&gt;manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka&lt;br /&gt;memikirkan." (QS. An Nahl : 44)&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya." (QS. An Nisa' : 59)&lt;br /&gt;Dan Dia Azza wa Jalla menjadikan taat kepada Rasul-Nya sebagai bentuk taat&lt;br /&gt;kepada-Nya. Allah berfirman :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menaati Rasul sesungguhnya ia telah menaati Allah." (QS.&lt;br /&gt;An Nisa' : 80)&lt;br /&gt;Bahkan Allah menjadikan seorang Muslim tidak mendapatkan petunjuk sampai dia&lt;br /&gt;taat kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Dia berfirman :&lt;br /&gt;"Jika kalian taat kepadanya maka kalian akan mendapatkan petunjuk." (QS. An&lt;br /&gt;Nur : 54)&lt;br /&gt;Dan Allah menjelaskan bahwa kerugian yang paling besar yang menimpa seorang&lt;br /&gt;hamba pada hari kiamat adalah ketidaktaatannya kepada Rasulullah Shallallahu&lt;br /&gt;'Alaihi Wa Sallam :&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya&lt;br /&gt;seraya berkata : "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama&lt;br /&gt;Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si&lt;br /&gt;fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al&lt;br /&gt;Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku." (QS. Al Furqan : 27-29)&lt;br /&gt;Adapun di dalam demokrasi yang membikin peraturan adalah makhluk yang bodoh&lt;br /&gt;--setinggi apapun tingkatan ilmunya--. Karena seandainya dia mengetahui&lt;br /&gt;sesuatu tentu masih banyak hal lain yang tidak dia ketahui.&lt;br /&gt;2. Tidak boleh mengadakan pendekatan antara Islam dan demokrasi walau pada&lt;br /&gt;sebagian unsurnya saja. Sebab Islam adalah ajaran yang universal dan&lt;br /&gt;sempurna bagi segala problem kehidupan.&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka&lt;br /&gt;menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan kemudian&lt;br /&gt;mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu&lt;br /&gt;berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. An Nisa' : 65)&lt;br /&gt;Apabila keimanan kita tidak sempurna kecuali dengan menjadikan Rasul kita&lt;br /&gt;Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sebagai hakim maka hal ini menunjukkan bahwa&lt;br /&gt;setiap Muslim dituntut untuk menerima kebenaran pada setiap permasalahan.&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla telah berfirman :&lt;br /&gt;ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻨَﺎﺯَﻋْﺘُﻢْ ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﺮُﺩُّﻭﻩُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﷲِ ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ&lt;br /&gt;ﺇِﻥْﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﷲِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍْﻵﺧِﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦُ&lt;br /&gt;ﺗَﺄْﻭِﻳﻼً ﴿ ﺍﻟﻨﺴﺂﺀ : ٥٩ ﴾&lt;br /&gt;"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia&lt;br /&gt;kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (Sunnahnya) jika kamu benar-benar beriman&lt;br /&gt;kepada Allah dan hari kemudian." (QS. An Nisa' : 59)&lt;br /&gt;Firman Allah Azza wa Jalla ( ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ) mencakup segala masalah yang&lt;br /&gt;terjadi perselisihan di dalamnya. Karena kata tersebut adalah nakirah dalam&lt;br /&gt;konteks kalimat syarat. Dan firman Allah Azza wa Jalla :&lt;br /&gt;ﺇِﻥْﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﷲِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍْﻵﺧِﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦُ&lt;br /&gt;ﺗَﺄْﻭِﻳﻼً ﴿ ﺍﻟﻨﺴﺂﺀ : ٥٩ ﴾&lt;br /&gt;" … jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian."&lt;br /&gt;Adalah dalil bahwa barangsiapa tidak mengembalikan perkara dan&lt;br /&gt;perselisihannya kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi&lt;br /&gt;Wa Sallam maka pengakuan keimanannya adalah dusta.&lt;br /&gt;3. Seandainya kita mengadakan pendekatan dengan mereka maka kita tidak akan&lt;br /&gt;selamat dari azab Allah.&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;"Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari&lt;br /&gt;urusan (agama) itu maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa&lt;br /&gt;nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali&lt;br /&gt;tidak akan dapat menolak dari kamu sedikit pun dari (siksa) Allah." (QS. Al&lt;br /&gt;Jatsiyah : 18-19)&lt;br /&gt;Mereka tidak bisa menghindarkan kita dari kemurkaan Allah, kehinaan di&lt;br /&gt;hadapan-Nya dan azab yang jelek di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Apabila kita ditimpa kemurkaan Allah karena taat kepada mereka maka&lt;br /&gt;keselamatan dan kebaikan yang sebenarnya adalah dengan mencari keridhaan&lt;br /&gt;Rabb kita. Sebab, taat kepada makhluk dalam rangka bermaksiat kepada Allah&lt;br /&gt;hanya akan membuahkan kehinaan dan kerendahan.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan&lt;br /&gt;kamu disentuh api neraka dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang&lt;br /&gt;penolong pun selain Allah kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS.&lt;br /&gt;Hud : 113)&lt;br /&gt;Kalau cenderung saja kepada mereka menyebabkan disentuh api neraka lalu&lt;br /&gt;bagaimana pendapat Anda dengan orang yang menerima sesuatu dari hukum-hukum&lt;br /&gt;mereka?&lt;br /&gt;4. Apabila kita menaati mereka dalam sebagian perkara dan menolak untuk&lt;br /&gt;menaati mereka secara total niscaya mereka tidak akan ridha kepada kita.&lt;br /&gt;Mereka tidak akan berhenti melancarkan gangguan-gangguan terhadap kita&lt;br /&gt;selamanya sampai kita mau menerima agama mereka secara total dan&lt;br /&gt;meninggalkan agama kita secara total pula. Allah berfirman :&lt;br /&gt;Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu&lt;br /&gt;mengikuti agama mereka. Katakanlah : "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah&lt;br /&gt;petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka&lt;br /&gt;setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung&lt;br /&gt;dan penolong bagimu. (QS. Al Baqarah : 120)&lt;br /&gt;Dan inilah yang menjadikan sebagian kaum Muslimin --terutama para penguasa--&lt;br /&gt;menerima aturan-aturan yahudi dan nashara. Mereka berkata : "Kami akan&lt;br /&gt;menaati mereka pada sebagian perkara saja."&lt;br /&gt;Padahal Allah telah berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia :&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah&lt;br /&gt;petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah menjadikan mereka mudah (berbuat&lt;br /&gt;dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena&lt;br /&gt;sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang&lt;br /&gt;yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang yahudi) : "Kami&lt;br /&gt;akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan." Sedang Allah mengetahui rahasia&lt;br /&gt;mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa&lt;br /&gt;mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu&lt;br /&gt;adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan&lt;br /&gt;Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya,&lt;br /&gt;sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. (QS. Muhammad : 25-28)&lt;br /&gt;5. Sebagaimana tidak dibolehkan menerima kekufuran dan kesyirikan demikian&lt;br /&gt;pula tidak diizinkan menerima demokrasi. Karena ia adalah kufur, syirik, dan&lt;br /&gt;jahat! Bagaimana bisa seorang Muslim melahirkan satu sikap yang&lt;br /&gt;kontradiktif?&lt;br /&gt;Karena inilah Imam Syafi'i rahimahullah berkata :&lt;br /&gt;"Jika kalian melihat aku menolak hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa&lt;br /&gt;Sallam maka persaksikanlah bahwa akalku telah hilang!"&lt;br /&gt;Orang yang menerima kampanye taqrib (pendekatan) antara Islam dan demokrasi&lt;br /&gt;tidaklah memiliki akal yang sehat.&lt;br /&gt;6. Kita sangat berbeda dengan penganut demokrasi dari kalangan yahudi dan&lt;br /&gt;nashara serta agama-agama kafir lainnya. Karena mereka ingkar kepada Allah&lt;br /&gt;dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Berbeda dengan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;Mereka hidup di negeri Islam. Di hadapan mereka ada Al Quran dan As Sunnah&lt;br /&gt;serta para ulama dan da'i-da'i ilallah yang ikhlas dan selalu memberi&lt;br /&gt;nasihat. Tidak ada alasan bagi mereka untuk berjalan di belakang demokrasi.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;Katakanlah : "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja&lt;br /&gt;bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya&lt;br /&gt;apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka&lt;br /&gt;sambil bersujud." (QS. Al Isra : 107)&lt;br /&gt;(Dikutip dari buku, judul Indonesia :" Menggugat Demokrasi dan Pemilu,&lt;br /&gt;Menyingkap Borok-borok Pemilu dan Membantah Syubhat Para Pemujanya". Karya&lt;br /&gt;Ulama dari Yaman, Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al Imam, pengantar&lt;br /&gt;Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i Rahimahullah, Ulama Yaman. Judul asli&lt;br /&gt;Tanwir Azh-Zhulumat bi Kasyfi Mafasid wa Syubuhat al-Intikhabaat. Penerbit :&lt;br /&gt;Maktabah al-Furqan, Ajman, Emirate. Sumber &lt;a href="http://www.assunnah.cjb.net/"&gt;http://www.assunnah.cjb.net&lt;/a&gt;.)&lt;br /&gt;Silahkan menyalin &amp;amp; memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url&lt;br /&gt;sumbernya.&lt;br /&gt;*Sumber artikel : &lt;a href="http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=569*"&gt;http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=569*&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Dikirim dari perangkat seluler saya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-778946346202514926?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/778946346202514926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/778946346202514926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2010/08/kesalahan-demokrasi.html' title='Kesalahan demokrasi'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-606121852960354705</id><published>2010-08-01T17:38:00.000+07:00</published><updated>2010-08-01T17:39:00.247+07:00</updated><title type='text'>Perlunya kewajiban pada manusia.</title><content type='html'>Allah swt telah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada&lt;br&gt;Nya.Pada awalnya perintah shalat yang diturunkan pada nabi Muhammad&lt;br&gt;saw pada malam isra dan miraj adalah sebanyak 50 kali sehari&lt;br&gt;semalam.jadi hampir setiap 1/2 jam sekali manusia mesti&lt;br&gt;shalat.sehingga tak mungkin manusia dapat&lt;br&gt;bekerja.bertani.berdagang.pergi jauh.berburu.membuat pesawat&lt;br&gt;dll.karena begitu sempitnya waktu luang tak shalat.bahkan untuk&lt;br&gt;tidurpun tak akan dapat.untungnya Allah Maha pemurah.sehingga&lt;br&gt;kewajiban shalat akhirnya hanya 5 kali dalam sehari semalam.namun&lt;br&gt;ganjaran pahalanya dari Allah yang Maha Pemurah adalah 10 kali lipat&lt;br&gt;pahalanya.Tapi walaupun begitu tetaplah hakikat Shalat adalah kerap&lt;br&gt;bagi orang yang mampu.bahkan nabi Muhammad sering kalau shalat malam&lt;br&gt;sampai bengkak kakinya karena lamanya shalat beliau.&lt;br&gt;Dalam salah satu hadist Muhammad saw kepada para sahabat.nabi&lt;br&gt;menyebutkan ada suatu amalan yang pahalanya melebihi shalat puasa dan&lt;br&gt;zakat.yaitu amalan mendamaikan kaum muslimin.&lt;br&gt;Ada lagi hadist dari Nabi yaitu bahwa Islam diturunkan untuk&lt;br&gt;menyempurnakan akhlak.dalam hadist2 yang lain juga demikian seperti&lt;br&gt;Allah tak akan menerima pahala seorang hamba yang membiarkan&lt;br&gt;tetangganya kelaparan.&lt;br&gt;Dari dua hadist diatas jelas dapat disimpulkan bahwa Allah lebih&lt;br&gt;mementingkan pahala hubungan sesama manusia dari pada hubungan kepada&lt;br&gt;Allah.&lt;br&gt;Ditambah lagi dalam Al quran kalimat yang berhubungan dengan manusia&lt;br&gt;jauh lebih banyak dari pada kalimat yang berhubungan dengan Allah.&lt;br&gt;Nah sekarang bagaimana dengan kita.sungguh banyak dari kita yang&lt;br&gt;menganggap remeh atau sepele atau tak perlu mengenai amalan pada&lt;br&gt;sesama manusia ini.Padahal hukumnya adalah wajib.&lt;br&gt;Misalnya:haram menghina orang.wajib menjadikan sesama muslim seperti&lt;br&gt;saudara kita.wajib tak menyelip mobil sembarangan.wajib berlaku sopan&lt;br&gt;di jalan raya.wajib menyapa muslim yang berpapasan dengan kita.wajib&lt;br&gt;mendahulukan orang tua.wajib membela kebenaran.wajib sesama madu&lt;br&gt;bersikap baik.wajib anak patuh pada orang tua.wajib istri patuh pada&lt;br&gt;suami dll.&lt;br&gt;Penulis tak dapat menulis satu persatu karena sungguh banyaknya&lt;br&gt;kewajiban kita pada sesama manusia.Yang semuanya itu InsyaALLAH PAHALA&lt;br&gt;nya sungguh banyak.Hanya Allah lah yang Maha Tahu.&lt;br&gt;Mari kita mulai sekarang fokuslah  pada kewajiban pada Allah swt dan&lt;br&gt;pada manusia(juga hewan dan alam).&lt;br&gt;*Mal cinere sore hari*&lt;p&gt;-- &lt;br&gt;Dikirim dari perangkat seluler saya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-606121852960354705?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/606121852960354705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/606121852960354705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2010/08/perlunya-kewajiban-pada-manusia.html' title='Perlunya kewajiban pada manusia.'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-417229435518971496</id><published>2010-04-30T04:56:00.001+07:00</published><updated>2010-04-30T04:56:26.210+07:00</updated><title type='text'>Jenis zakat</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jenis Zakat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat Fitrah/Fidyah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari Ibnu Umar ra berkata :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;quot;Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha&amp;#39; kurma atau gandum pada budak, orang merdeka, lelaki perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari ummat Islam dan memerintahkan untuk membayarnya sebelum mereka keluar untuk sholat (&amp;#39;iid ). ( Mutafaq alaih ).&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Besarnya zakat fitrah menurut ukuran sekarang adalah 2,176 kg. Sedangkan makanan yang wajib dikeluarkan yang disebut nash hadits yaitu tepung, terigu, kurma, gandum, zahib (anggur) dan aqith (semacam keju). Untuk daerah/negara yang makanan pokoknya selain 5 makanan di atas, mazhab Maliki dan Syafi&amp;#39;i membolehkan membayar zakat dengan makanan pokok yang lain.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut mazhab hanafi pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan dengan membayar- kan harganya dari makanan pokok yang di makan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembayaran zakat menurut jumhur &amp;#39;ulama :&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Waktu wajib membayar zakat fitrah yaitu ditandai dengan tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membolehkan mendahulukan pembayaran zakat fitrah di awal. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keterangan :Bagi yang tidak berpuasa Ramadhan karena udzur tertentu yang dibolehkan oleh syaria&amp;#39;t dan mempunyai kewajiban membayar fidyah, maka pembayaran fidyah sesuai dengan lamanya seseorang tidak berpuasa.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Zakat Maal&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pengertian Maal (harta)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut terminologi bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali oleh manusia untuk memiliki, memanfaatkan dan menyimpannya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan menurut terminologi syari&amp;#39;ah (istilah syara&amp;#39;), harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan) menurut ghalibnya (lazim). Sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu: &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Dapat dimiliki, dikuasai, dihimpun, disimpan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Milik Penuh&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Artinya harta tersebut berada dalam kontrol dan kekuasaanya secara penuh, dan dapat diambil manfaatnya secara penuh. Harta tersebut didapatkan melalui proses pemilikan yang dibenarkan menurut syariat Islam, seperti : usaha, warisan, pemberian negara atau orang lain dan cara-cara yang sah. Sedangkan apabila harta tersebut diperoleh dengan cara yang haram, maka zakat atas harta tersebut tidaklah wajib, sebab harta tersebut harus dibebaskan dari tugasnya dengan cara dikembalikan kepada yang berhak atau ahli warisnya. &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Berkembang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Artinya harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cukup Nishab&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Artinya harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara&amp;#39;. sedangkan harta yang tidak sampai nishabnya terbebas dari Zakat dan dianjurkan mengeluarkan Infaq serta Shadaqah&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Lebih Dari Kebutuhan Pokok&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya. Artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi yang bersangkutan tidak dapat hidup layak. Kebutuhan tersebut seperti kebutuhan primer atau kebutuhan hidup minimum, misal, belanja sehari-hari, pakaian, rumah, kesehatan, pendidikan, dsb. &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Bebas Dari hutang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang harus dibayar pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat), maka harta tersebut terbebas dari zakat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; Berlalu Satu Tahun (Al-Haul)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maksudnya adalah bahwa pemilikan harta tersebut sudah belalu (mencapai) satu tahun. Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Sedangkan hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul. &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harta (maal) yang Wajib di Zakati&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Binatang Ternak&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil (kambing, domba) dan unggas (ayam, itik, burung). &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Emas Dan Perak&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang elok, juga sering dijadikan perhiasan. Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu. Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang (potensial) berkembang. Oleh karena syara&amp;#39; mewajibkan zakat atas keduanya, baik berupa uang, leburan logam, bejana, souvenir, ukiran atau yang lain.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Termasuk dalam kategori emas dan perak, adalah mata uang yang berlaku pada waktu itu di masing-masing negara. Oleh karena segala bentuk penyimpanan uang seperti tabungan, deposito, cek, saham atau surat berharga lainnya, termasuk kedalam kategori emas dan perak. sehingga penentuan nishab dan besarnya zakat disetarakan dengan emas dan perak.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian juga pada harta kekayaan lainnya, seperti rumah, villa, kendaraan, tanah, dll. Yang melebihi keperluan menurut syara&amp;#39; atau dibeli/dibangun dengan tujuan menyimpan uang dan sewaktu-waktu dapat di uangkan. Pada emas dan perak atau lainnya yang berbentuk perhiasan, asal tidak berlebihan, maka tidak diwajibkan zakat atas barang-barang tersebut.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Harta Perniagaan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan atau perserikatan seperti : CV, PT, Koperasi, dsb. &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Hasil Pertanian&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll. &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Ma&amp;#39;din dan Kekayaan Laut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ma&amp;#39;din (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer, giok, minyak bumi, batu-bara, dll. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti mutiara, ambar, marjan, dll. &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Rikaz&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rikaz adalah harta terpendam dari zaman dahulu atau biasa disebut dengan harta karun. Termasuk didalamnya harta yang ditemukan dan tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat Profesi/Pendapatan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, wiraswasta, dll.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dasar Hukum Syari&amp;#39;at&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Firman Allah SWT:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;quot;dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bahagian&amp;quot;. (QS. Adz-Dzaariyaat (51): 19)&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Firman Allah SWT:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;quot;Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu&amp;quot;. (QS Al Baqarah: 267)&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hadist Nabi SAW:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;quot;Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu&amp;quot;.(HR. AL Bazar dan Baehaqi)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hasilan profesi (pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter, notaris, wiraswasta, dll) merupakan sumber pendapatan (kasab) yang tidak banyak dikenal di masa generasi terdahulu, oleh karenanya bentuk kasab ini tidak banyak dibahas, khususnya yang berkaitan dengan &amp;quot;zakat&amp;quot;. Lain halnya dengan bentuk kasab yang lebih populer saat itu, seperti pertanian, peternakan dan perniagaan, mendapatkan porsi pembahasan yang sangat memadai dan detail. Meskipun demikian bukan berarti harta yang didapatkan dari hasil profesi tersebut bebas dari zakat, sebab zakat pada dasarnya/hakekatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin diantara mereka (sesuai dengan ketentuan syara&amp;#39;).&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan demikian apabila seseorang dengan penghasilan profesinya ia menjadi kaya, maka wajib atas kekayaannya itu zakat, akan tetapi jika hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup (dan keluarganya), maka ia menjadi mustahiq (penerima zakat). Sedang jika hasilnya hanya sekedar untuk menutupi kebutuhan hidupnya, atau lebih sedikit maka baginya tidak wajib zakat. Kebutuhan hidup yang dimaksud adalah kebutuhan pokok, yakni, papan, sandang, pangan dan biaya yang diperlukan untuk menjalankan profesinya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat profesi memang tidak dikenal dalam khasanah keilmuan Islam, sedangkan hasil profesi yang berupa harta dapat dikategorikan ke dalam zakat harta (simpanan/kekayaan). Dengan demikian hasil profesi seseorang apabila telah memenuhi ketentuan wajib zakat maka wajib baginya untuk menunaikan zakat.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Contoh perhitungan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Iwan Darsawan adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di kota Bekasi, memiliki seorang istri dan 2 orang anak. Penghasilan bersih perbulan Rp. 1.500.000,-.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; Bila kebutuhan pokok keluarga tersebut kurang lebih Rp. 625.000 per bulan maka kelebihan dari penghasilannya = (1.500.000 - 625.000) = Rp. 975.000 perbulan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apabila saldo rata-rata perbulan 975.000 maka jumlah kekayaan yang dapat dikumpulkan dalam kurun waktu satu tahun adalah Rp. 11.700.000 (lebih dari nishab).&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Dengan demikian Akbar berkewajiban membayar zakat sebesar 2.5% dari saldo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam hal ini zakat dapat dibayarkan setiap bulan sebesar 2.5% dari saldo bulanan atau 2.5 % dari saldo tahunan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perhitungan Zakat Pendapatan/Profesi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nisab zakat pendapatan / profesi setara dengan nisab zakat tanaman dan buah-buahan sebesar 5 wasaq atau 652,8 kg gabah setara dengan 520 kg beras, kadar zakatnya sebesar 2,5 %. Waktu untuk mengeluarkan zakat profesi pada setiap kali menerima diqiyaskan dengan waktu pengeluaran zakat tanaman yaitu setiap kali panen. &amp;quot;Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya ( dengan dikeluar kan zakat nya ). ( QS : Al-An&amp;#39;am : 141 ).&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Contoh perhitungan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nisab sebesar 520 kg beras, asumsi harga beras 2000 jadi nilai nisab sebesar 520 x 2000 = 1.400.000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jumlah pendapatan perbulan Rp 2.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat atas pendapatan ( karena telah mencapai nisab ) 2,5 % x 2.000.000,- = 50.000,-&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat Uang Simpanan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Uang simpanan ( baik tabungan, deposito, dll ) dikenakan zakat dari jumlah terendah bila telah mencapai haul. Besarnya nisab senilai dengan 85 gr emas ( asumsi 1 gr emas Rp 75.000, nisab sebesar Rp 6.375.000 ). Kadarnya zakatnya sebesar 2,5 %.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Uang TabunganTanggal&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;Masuk&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;Keluar&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;Saldo&lt;/div&gt; &lt;div&gt;01/03/99&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;20.000.000&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;20.000.000&lt;/div&gt; &lt;div&gt;25/03/99&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;2.000.000&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;18.000.000&lt;/div&gt; &lt;div&gt;20/05/99&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;5.000.000&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;13.000.000&lt;/div&gt; &lt;div&gt;01/06/99&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;200.000*&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;13.200.000&lt;/div&gt; &lt;div&gt;12/09/99&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;1.000.000&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;12.200.000&lt;/div&gt; &lt;div&gt;11/10/99&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;2.000.000&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;14.200.000&lt;/div&gt; &lt;div&gt;31/02/00&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;1.000.000&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;	&lt;/span&gt;15.200.000&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;* Bagi hasil&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jumlah saldo terakhir dalam tabel di atas adalah 15.200.000 telah melebihi nisab (asumsi 1 gr emas Rp 75.000, nisab sebesar Rp 6.375.000) dan genap satu tahun. Tahun haul menurut contoh di atas 01/03/99 - 31/02/00.. uang bagi hasil ini dikeluarkan terlebih dahulu sebelum perhitungan zakat.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perhitungan :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahun haul : 01/03/99 - 31/02/00&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nisab : Rp 6.375.000,-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saldo terakhir : Rp 15.200.000,- - Rp 200.000,- = Rp 15.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Besarnya zakat : 2,5 % x Rp 15.000.000,- = Rp 375.000,-&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila seseorang mempunyai beberapa tabungan maka semua buku dihitung setelah dilihat haul dan saldo terendah dari masing-masing buku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perhitungan: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Haul : 01/03/99 - 31/02/00&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Saldo terakhir:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- Buku 1: 5.000.000- Buku 2: 3.000.000- Buku 3: 2.000.000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jumlah total : Rp 10.000.000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat : 2,5 % x Rp 10.000.000 = Rp 250.000,-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Simpanan Deposito&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Seseorang mempunyai deposito di awal penyetoran tanggal 01/04/99 sebesar Rp 10.000.000 dengan jumlah bagi hasil 300.000 setahun. Haul wajib zakat adalah tanggal 31/03/00, nisab sebesar 6.375.000. Maka setelah masa haul tiba zakat yang harus dikeluarkan sebesar :&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2.5 % x Rp 10.000.000 = Rp 250.000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila seseorang mempunyai beberapa simpanan deposito maka seluruh jumlah simpanan deposito dijumlahkan. Bila mencapai nisab dengan masa satu tahun kadar zakatnya sebesar 2,5 % dengan perhitungan seperti di atas.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat Emas/Perak&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang muslim yang mempunyai emas dan perak wajib mengeluarkan zakat bila sesuai dengan nisab dan haul. Adapun nisab emas sebesar 85 gr dan nisab perak 595 gr.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Emas yang tidak dipakai&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Emas yang tidak dipakai adalah perhiasan emas yang tidak digunakan atau sekali pun dipakai hanya sekali setahun. Dengan demikian bila seseorang menyimpan me-nyamai atau melebihi 85 gr maka ia wajib mengeluarkan zakat emas tersebut. Ada pun kadar zakatnya besarnya 2,5 % di hitung dari nilai uang emas tersebut. Misalnya : seseorang mempunyai 90 gr emas. Harga 1 gr emas 70.000. Maka besarnya zakat yang dikeluarkan sebesar : 90 x 70.000 x 2,5 % = 157.500&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Emas yang dipakai&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Emas yang dipakai adalah dalam kondisi wajar dan tidak berlebihan. Jadi bila seorang wanita mempunyai emas 120 gr, dipakai dalam aktivitas sehari-hari sebanyak 15 gr. Maka zakat emas yang wajib dikeluarkan oleh wanita tersebut adalah 120 gr - 15 gr = 105 gr. Bila harga emas 70.000 maka zakat yang harus dikeluarkan sebesar : 105 x 70.000 x 2,5 % = 183.750&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keterangan :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perhitungan zakat perak mengikuti cara per hitungan di atas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat Investasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat investasi adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang diperoleh dari hasil investasi. Diantara bentuk usaha yang masuk investasi adalah bangunan atau kantor yang disewakan, saham, rental mobil, rumah kontrakan, investasi pada ternak atau tambak, dll.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dilihat dari karakteristik investasi, biasanya modal tidak bergerak dan tidak terpengaruh terhadap hasil produksi maka zakat investasi lebih dekat ke zakat pertanian. Pendapat ini diikuti oleh ulama modern seperti Yusuf Qordhowi, Muhammad Abu Zahrah, Abdul Wahab Khalaf, Abdurahman Hasan, dll.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan demikian zakat investasi dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modal tidak dikenai zakat. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5 % atau 10 %. 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 untuk penghasilan bersih.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Zakat Hadiah dan Sejenisnya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika hadiah tersebut terkait dengan gaji maka ketentuannya sama dengan zakat profesi/pendapatan. Dikeluarkan pada saat menerima dengan kadar zakat 2,5 %.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika komisi, terdiri dari 2 bentuk : pertama, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 10 % (sama dengan zakat tanaman), kedua, jika komisi dari hasil profesi seperti makelar, dll maka digolongkan dengan zakat profesi. Aturan pembayaran zakat mengikuti zakat profesi.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Jika berupa hibah, terdiri dari dua kriteria, pertama, jika sumber hibah tidak di duga-duga sebelumnya, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20 %, kedua, jika sumber hibah sudah diduga dan diharap, hibah tersebut digabung kan dengan kekayaan yang ada dan zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5 %. &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat Perniagaan-Zakat Perdagangan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;quot;Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagang.&amp;quot; ( HR. Abu Dawud )&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketentuan zakat perdagangan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berjalan 1 tahun ( haul ), Pendapat Abu Hanifah lebih kuat dan realistis yaitu dengan menggabungkan semua harta perdagangan pada awal dan akhir dalam satu tahun kemudian dikeluarkan zakatnya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Nisab zakat perdagangan sama dengan nisab emas yaitu senilai 85 gr emas&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadarnya zakat sebesar 2,5 %&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dapat dibayar dengan uang atau barang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perhitungan :(Modal diputar + Keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) - (hutang + kerugian) x 2,5 %&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Contoh : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harta perniagaan, baik yang bergerak di bidang perdagangan, industri, agroindustri, ataupun jasa, dikelola secara individu maupun badan usaha (seperti PT, CV, Yayasan, Koperasi, Dll) nishabnya adalah 20 dinar (setara dengan 85 gram emas murni). Artinya jika suatu badan usaha pada akhir tahun (tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja dan untung) lebih besar atau setara dengan 85 gram emas (asumsi jika per-gram Rp 75.000,- = Rp 6.375.000,-), maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 % &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada badan usaha yang berbentuk syirkah (kerjasama), maka jika semua anggota syirkah beragama Islam, zakat dikeluarkan lebih dulu sebelum dibagikan kepada pihak-pihak yang bersyirkah. Tetapi jika anggota syirkah terdapat orang yang non muslim, maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota syirkah muslim saja (apabila jumlahnya lebih dari nishab)&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cara menghitung zakat :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kekayaan yang dimiliki badan usaha tidak akan lepas dari salah satu atau lebih dari tiga bentuk di bawah ini :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kekayaan dalam bentuk barang &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Uang tunai &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Piutang &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka yang dimaksud dengan harta perniagaan yang wajib dizakati adalah yang harus dibayar (jatuh tempo) dan pajak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per Januari tahun 1995 dengan keadaan sbb :&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Sofa atau Mebel belum terjual 5 set Rp 10.000.000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Uang tunai Rp 15.000.000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Piutang Rp 2.000.000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jumlah Rp 27.000.000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Utang &amp;amp; Pajak Rp 7.000.000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saldo Rp 20.000.000&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Besar zakat = 2,5 % x Rp 20.000.000,- = Rp 500.000,- &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada harta perniagaan, modal investasi yang berupa tanah dan bangunan atau lemari, etalase pada toko, dll, tidak termasuk harta yang wajib dizakati sebab termasuk kedalam kategori barang tetap (tidak berkembang)&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Usaha yang bergerak dibidang jasa, seperti perhotelan, penyewaan apartemen, taksi, renal mobil, bus/truk, kapal laut, pesawat udara, dll, kemudian dikeluarkan zakatnya dapat dipilih diantara 2 (dua) cara:&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku), seluruh harta kekayaan perusahaan dihitung, termasuk barang (harta) penghasil jasa, seperti taksi, kapal, hotel, dll, kemudian keluarkan zakatnya 2,5 %. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada Perhitungan akhir tahun (tutup buku), hanya dihitung dari hasil bersih yang diperoleh usaha tersebut selama satu tahun, kemudian zakatnya dikeluarkan 10%. Hal ini diqiyaskan dengan perhitungan zakat hasil pertanian, dimana perhitungan zakatnya hanya didasarkan pada hasil pertaniannya, tidak dihitung harga tanahnya. &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat Perusahaan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Zakat perusahaan hampir sama dengan zakat perdagangan dan investasi. Bedanya dalam zakat perusahaan bersifat kolektif. Dengan kriteria sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika perusahaan bergerak dalam bidang usaha perdagangan maka perusahaan tersebut mengeluarkan harta sesuai dengan aturan zakat perdagangan. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5 %&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Jika perusahaan tersebut bergerak dalam bidang produksi maka zakat yang dikeluarkan sesuai dengan aturan zakat investasi atau pertanian. Dengan demikian zakat perusahaan dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modal tidak dikenai zakat. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5 % atau 10 %. 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 % untuk pengahasilan bersih.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Catatan :Bila dalam perusahaan tersebut ada penyer taan modal dari pegawai non muslim maka penghitungan zakat setelah dikurangi ke- pemilikan modal atau keuntungan dari pegawai non muslim&lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-417229435518971496?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/417229435518971496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/417229435518971496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2010/04/jenis-zakat.html' title='Jenis zakat'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-8029418772279352174</id><published>2010-02-17T05:56:00.001+07:00</published><updated>2010-02-17T05:56:56.937+07:00</updated><title type='text'>Pembatasan poligami di indonesia.</title><content type='html'>Seorang cendikiawan muslim di salah satu perguruan tinggi (yang mengaku) Islam di Indonesia mengatakan bahwa pemerintah tidak melarang poligami tapi hanya membatasi.Jujurkah kalimat ini dihadapan Allah.&lt;br&gt;Mungkin diantara kita ada yang sudah pernah membaca tulisan Profesor Haji Abdul Karim Amrullah almarhum pada saat beliau mendapat gelar DOKTOR HC dihadapan senat guru besar Universitas Alazhar di Mesir 21 januari 1958 yang berjudul Sejarah perkembangan pemurnian ajaran Islam di Indonesia.&lt;p&gt;Di pidato tersebut beliau menyebutkan pada tahun 1905 di Indonesia saat itu ada peraturan dari pemerintah Belanda (penguasa saat itu) bahwa setiap orang Islam yang hendah pergi berdakwah Islam harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pemerintah Kolonial Belanda.&lt;p&gt;Kalau kita melihat kalimat diatas yang intinya Dakwah dan persetujuan tertulis dari Pemerintah belanda Hal ini sama dengan masalah poligami dan persetujuan pengadilan Indonesia.&lt;p&gt;Dakwah adalah hukumnya paling tidak sunnah.Tetapi oleh pemerintah belanda saat itu hal ini dapat membahayakan peerintah Belanda karena dakwah dapat memicu pergerakan kemerdekaan Indonesia.&lt;p&gt;Belanda tidak melarang,tetapi membatasi dakwah.&lt;p&gt;Sama dengan poligami.Minimal hukumnya sunnah bagi yang mampu.Tetapi oleh pemerintah Indonesia saat ini poligami dianggap dapat memicu terjadinya penelantaran perempuan dan anak-2(data sebenarnya di Indonesia menunjukkan mayoritas terbesar penelantaran anak dan perempuan dilakukan oleh yang MONOGAMI),tidak adanya akte kelahiran (yang mempersulit akte kelahiran sebenarnya pemerintah sendiri karena harus ada sarat akte nikah yang mana untuk mendapatkan akte nikah juga dipersulit oleh pemerintah dengan beratnya saratnya),dll.&lt;p&gt;Mari kita renungkan persamaan diatas.&lt;p&gt;Janganlah kita MENGHARAMKAN APA YANG TELAH DI HALALKAN ALLAH DAN JUGA MENGHALALKAN APA YANG TELAH DI HARAMKAN OLEH ALLAH SWT&lt;br&gt;Janganlah kita menipu dunia dengan bermain kata-kata karena dibalik itu terdapat TIPU DAYA SETAN. Dan SETAN adalah MUSUH ABADI manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-8029418772279352174?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/8029418772279352174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/8029418772279352174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2010/02/pembatasan-poligami-di-indonesia.html' title='Pembatasan poligami di indonesia.'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-880586597929119102</id><published>2010-02-16T04:26:00.001+07:00</published><updated>2010-02-16T04:26:42.601+07:00</updated><title type='text'>Perkawinan pertama belum tentu tidak menterlantarkan keluarga.</title><content type='html'>Seorang pejabat departemen agama semalam menyatakan sebab diadakan nya aturan baru poligami ini untuk menjamin anak dan istri tidak diterlantarkan.kalau memang tujuannya itu seharusnya secara konsekwen seharusnya tidak hanya perkawinan kedua dst saja yang perlu ijin pengadilan tetapi juga perkawinan pertama.memangnya sudah yakin perkawinan pertama suami tidak menterlantarkan istri dan anak?cukup banyak pada perkawinan pertama suami yang menterlantarkan keluarganya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-880586597929119102?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/880586597929119102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/880586597929119102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2010/02/perkawinan-pertama-belum-tentu-tidak.html' title='Perkawinan pertama belum tentu tidak menterlantarkan keluarga.'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-7820490022560917935</id><published>2010-02-15T21:40:00.001+07:00</published><updated>2010-02-15T21:40:33.186+07:00</updated><title type='text'>Syariat Poligami</title><content type='html'>Sejak dari dahulu kala praktek poligami sudah ada.Kita mengetahui dalam riwayat2 dahulu dan sejarah bangsa-2 bahkan nabi sulaiman beristri sampai 900 orang.Sebelum islam datang praktek ini tidak dibatasi.setelah Islam datang dibatasi sampai 4 saja.Disini jelas Islam mengangkat derajad perempuan.&lt;p&gt;Islam turun dengan membawa risalah Quran dan sunnah rasul.Ini berasal dari Allah yang Maha Pandai dan Maha  Mengetahui.Allah mengetahui pasti apa  apa  kebutuhan manusia yang telah diciptakannya.Sedang manusia adalah mahluk Maha bodoh dibanding Allah.Juga dipengaruhi oleh Nafsu-nafsu.Sedang seperti malaikat sama sekali tidak bernafsu.&lt;p&gt;Aturan-2 dalam Quran dan sunnah rasul pastilah benar dan tepat bagi manusia sepanjang zaman.Hanya terkadang otak manusia saat-saat tertentu belum sanggup menterjemahkannya dan membenarkannya.Baru dikemudian hari setelah ilmu berkembang manusia dapat menerima hal tersebut.Saya berikan satu contoh.pertama surat yunus: 5 ,yang menerangkan tentang beredarnya matahari dan bulan.Pihak gereja dan penguasa Roma saat itu tahun 1616 menahan Galileo yang mengatakan bumi beredar.Sedang gereja menyatakan bumi datar.Pengetahuan saat ini jelas bumi tidak datar.&lt;p&gt;Poligami adalah suatu kebenaran dan hukum asal perkawinan adalah poligami.Kemudian Allah mengetahui bahwa diantara hambanya ada yang tidak sanggup berpoligami saat itulah diperintahkan untuk orang-2 yang tidak sanggup berpoligami beristri satu saja.&lt;br&gt;Hal ini seperti sahabat Nabi Abudzar Alghifari yang suatu saat minta jabatan kepada Nabi saw kemudian Nabi menerangkan jabatan adalah amanah dan Abu adalah orang lemah dan tidak sanggup menjalankannya.&lt;br&gt;Jadi jelas berpoligami lebih baik dari monogami.Sama dengan orang yang shalat berjemaah lebih baik dari shalat sendirian.&lt;p&gt;Masalahnya adalah poligami belum menjadi mode di Indonesia saat ini.Karena itulah orang yang menjalankannya terasa berat dan dipersulit oleh aturan-2 adat dan aturan negara sekuler ,ini akibat belum sampainya kebenaran kepada mereka.&lt;p&gt;Poligami Rasulullah JUGA TIDAK ADIL karena rasul juga manusia,hanya bagi Allah yang penting jangan terlalu condong pada seseorang sehingga yang lain terkatung-katung ( annisa 129).Terkatung-2 dari makna terminologi adalah SEPERTI  kondisi tidak di kawin juga tidak dicerai.Tidak diurus,tidak dipedulikan,tidak disayang,tidak diberi nafkah dll tapi masih dalam status kawin.&lt;br&gt;Jadi batas BOLEHNYA(range/deviasi) keadilan dalam poligami adalah mulai adil 100%(ini Nabi Muhammad SAW pun tak sanggup) sampai batas seperti menggantungkan (tidak dikawin dan tidak dicerai)&lt;p&gt;Marilah kita belajar agama dan ilmu sampai kedalaman dan nanti akan timbul kebenaran itu dan pastilah akan membenarkan poligami.Insyaallah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-7820490022560917935?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/7820490022560917935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/7820490022560917935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2010/02/syariat-poligami.html' title='Syariat Poligami'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-126751268604709251</id><published>2010-02-06T14:02:00.000+07:00</published><updated>2010-02-06T14:03:00.317+07:00</updated><title type='text'>Sebab bertambah dan berkurangnya iman.</title><content type='html'>Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman  &lt;br&gt;  &lt;p&gt;Setelah kita mengetahui iman itu bertambah dan berkurang, maka mengenal sebab-sebab bertambah dan berkurangnya iman memiliki manfaat dan menjadi sangat penting sekali. Sudah sepantasnya seorang muslim mengenal kemudian menerapkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, agar bertambah sempurna dan kuat imannya. Juga untuk menjauhkan diri dari lawannya yang menjadi sebab berkurangnya iman sehingga dapat menjaga diri dan selamat didunia dan akherat. &lt;br&gt;Syeikh Abdurrahman as-Sa&amp;#39;di rahimahullah menerangkan bahwa seorang hamba yang mendapatkan taufiq dari Allah Ta&amp;#39;ala selalu berusaha melakukan dua perkara: &lt;br&gt;1. Merealisasikan      iman dan cabang-cabangnya serta menerapkannya baik secara ilmu dan amal secara      bersama-sama.&lt;br&gt;2. Berusaha      menolak semua yang menentang dan menghapus iman atau menguranginya dari      fitnah-fitnah yang nampak      maupun yang      tersembunyi, mengobati kekurangan dari awal dan mengobati yang seterusnya dengan taubat nasuha serta      mengetahui satu perkara sebelum hilang.[1]&lt;br&gt; &lt;br&gt;Mewujudkan iman dan mengokohkannya dilakukan dengan mengenal sebab-sebab bertambahnya iman dan melaksanakannya. Sedangkan berusaha menolak semua yang menghapus dan menentangnya dilakukan dengan mengenal sebab-sebab berkurangnya iman dan berhati-hati dari terjerumus di dalamnya. &lt;br&gt;Sebab-sebab Bertambahnya Iman &lt;br&gt;Pertama: Belajar ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari al-Qur`aan dan as Sunnah. Hal ini menjadi sebab pertambahan iman yang terpenting dan bermanfaat karena ilmu menjadi sarana beribadah kepada Allah Ta&amp;#39;ala dan mewujudkan tauhid dengan benar dan pas. Pertambahan iman yang didapatkan dari ilmu bisa terjadi dari beraneka ragam sisi, di antaranya: &lt;br&gt;1. Sisi keluarnya ahli ilmu dalam mencari ilmu&lt;br&gt;2. Duduknya mereka dalam halaqah ilmu&lt;br&gt;3. Mudzakarah (diskusi) di antara mereka dalam masalah ilmu&lt;br&gt;4. Penambahan pengetahuan terhadap Allah dan syari&amp;#39;at-Nya&lt;br&gt;5. Penerapan ilmu yang telah mereka pelajari&lt;br&gt;6. Tambahan pahala dari orang yang belajar dari mereka&lt;br&gt; &lt;br&gt;  &lt;br&gt;Kedua: Merenungi ayat-ayat kauniyah. Merenungi dan meneliti keadaan dan keberadaan makhluk-makhluk Allah Ta&amp;#39;ala yang beraneka ragam dan menakjubkan merupakan faktor pendorong yang sangat kuat untuk beriman dan mengokohkan iman. &lt;br&gt;Syeikh Abdurrahman as-Sa&amp;#39;di rahimahullah menyatakan, &amp;quot;Di antara sebab dan faktor pendorong keimanan adalah tafakur kepada alam semesta berupa penciptaan langit dan bumi serta makhluk-makhuk penghuninya dan meneliti diri manusia itu sendiri beserta sifat-sifat yang dimiliki. Ini semua adalah faktor pendorong yang kuat untuk meningkatkan iman&amp;quot;.[2] &lt;br&gt;Ketiga: Berusaha sungguh-sungguh melaksanakan amalan shalih dengan ikhlas, memperbanyak dan mensinambungkannya. Hal ini karena semua amalan syariat yang dilaksanakan dengan ikhlas akan menambah iman. Karena iman bertambah dengan pertambahan amalan ketaatan dan banyaknya ibadah. &lt;br&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah menuturkan, &amp;quot;Di antara sebab pertambahan iman adalah melakukan ketaatan. Sebab iman akan bertambah sesuai dengan bagusnya pelaksanaan, jenis dan banyaknya amalan. Semakin baik amalan, semakin besar penambahan iman dan bagusnya pelasanaan ada dengan sebab ikhlas dan mutaba&amp;#39;ah (mencontohi Nabi shallallahu &amp;#39;alaihi wa sallam). Sedangkan jenis amalan, maka yang wajib lebih utama dari yang sunnah dan sebagian amal ketaatan lebih ditekankan dan utama dari yang lainnya. Semakin utama ketaatan tersebut maka semakin besar juga penambahan imannya. Adapun banyak (kwantitas) amalan, maka akan menambah keimanan, sebab amalan termasuk bagian iman. Sehingga pasti iman bertambah dengan bertambahnya amalan.&amp;quot;[3] &lt;br&gt;Sebab-sebab Berkurangnya Iman &lt;br&gt;Sebab-sebab berkurangnya iman ada yang berasal dari dalam diri manusia sendiri (faktor internal) dan ada yang berasal dari luar (faktor eksternal). &lt;br&gt;Faktor internal berkurangnya iman &lt;br&gt;Pertama: Kebodohan. Ini adalah sebab terbesar berkurangnya iman, sebagaimana ilmu adalah sebab terbesar bertambahnya iman. &lt;br&gt;Kedua: Kelalaian, sikap berpaling dari kebenaran dan lupa. Tiga perkara ini adalah salah satu sebab penting berkurangnya iman. &lt;br&gt;Ketiga: Perbuatan maksiat dan dosa. Jelas kemaksiatan dan dosa sangat merugikan dan memiliki pengaruh jelek terhadap iman. Sebagaimana pelaksanaan perintah Allah Ta&amp;#39;ala menambah iman, demikian juga pelanggaran atas larangan Allah Ta&amp;#39;ala mengurangi iman. Namun tentunya dosa dan kemaksiatan bertingkat-tingkat derajat, kerusakan dan kerugian yang ditimbulkannya, sebagaimana disampaikan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam ungkapan beliau, &amp;quot;Sudah pasti kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan bertingkat-tingkat sebagaimana iman dan amal shalih pun bertingkat-tingkat&amp;quot;.[4] &lt;br&gt;Keempat: Nafsu yang mengajak kepada keburukan (an-nafsu ammaratu bissu&amp;#39;). Inilah nafsu yang ada pada manusia dan tercela. Nafsu ini mengajak kepada keburukan dan kebinasaan, sebagaimana Allah Ta&amp;#39;ala jelaskan dalam menceritakan istri al-Aziz , &lt;br&gt;وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ &lt;br&gt;&amp;quot;Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.&amp;quot; (Qs Yusuf: 53) &lt;br&gt;Nafsu ini menyeret manusia kepada kemaksiatan dan kehancuran iman, sehingga wajib bagi kita berlindung kepada Allah Ta&amp;#39;ala darinya dan berusaha bermuhasabah sebelum beramal dan setelahnya. &lt;br&gt;Faktor eksternal berkurangnya iman &lt;br&gt;Pertama: Syeitan musuh abadi manusia yang merupakan satu sebab penting eksternal yang mempengaruhi iman dan mengurangi kekokohannya. &lt;br&gt;Kedua: Dunia dan fitnah (godaan)nya.  Menyibukkan diri dengan dunia dan perhiasannya termasuk sebab yang dapat mengurangi iman. Sebab semakin semangat manusia memiliki dunia dan semakin menginginkannya, maka semakin memberatkan dirinya berbuat ketaatan dan mencari kebahagian akherat, sebagaiman dituturkan Imam Ibnul Qayyim. &lt;br&gt;Ketiga: Teman bergaul yang jelek. Teman yang jelek dan jahat menjadi sesuatu yang sangat berbahaya terhadap keimanan, akhlak dan agamanya. Karena itu Nabi shallallahu &amp;#39;alaihi wa sallam telah memperingatkan kita dari hal ini dalam sabda beliau, &lt;br&gt;الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ  &lt;br&gt;&amp;quot;Seorang itu berada di atas agama kekasihnya (teman dekatnya), maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang menjadi kekasihnya.&amp;quot;[5] &lt;br&gt;Demikianlah perkara yang harus diperhatikan dalam iman, mudah-mudahan hal ini dapat menggerakkan kita untuk lebih mengokohkan iman  dan menyempurnakannya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt;Wabillahi taufiq.  &lt;br&gt;Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc &lt;br&gt;Artikel &lt;a href="http://www.muslim.or.id"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt; &lt;br&gt;[1] At-taudhih wa al-Bayaan Lisyajarat al-Imaan hlm 38 &lt;br&gt;[2] Ibid hlm 31&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-126751268604709251?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/126751268604709251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/126751268604709251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2010/02/sebab-bertambah-dan-berkurangnya-iman.html' title='Sebab bertambah dan berkurangnya iman.'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-2888773171295375207</id><published>2010-01-09T21:00:00.000+07:00</published><updated>2010-01-09T21:00:33.516+07:00</updated><title type='text'>FATWA MUI TENTANG PRURALISME LIBERALISME</title><content type='html'>KEPUTUSAN FATWA&lt;br /&gt;MAJELIS ULAMA INDONEISA&lt;br /&gt;Nomor : 7/MUNAS VII/MUI/II/2005&lt;br /&gt;Tentang&lt;br /&gt;PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional &lt;br /&gt;MUI VII, pada 19-22 Jumadil Akhir 1246 H. / 26-29 Juli &lt;br /&gt;M.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIMBANG :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Bahwa pada akhir-akhir ini berkembang paham &lt;br /&gt;pluralisme agama, liberalisme dan sekularisme serta &lt;br /&gt;paham-paham sejenis lainnya di kalangan masyarakat;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Bahwa berkembangnya paham pluralisme agama, &lt;br /&gt;liberalisme dan sekularisme serta dikalangan masyarakat &lt;br /&gt;telah menimbulkan keresahan sehingga sebagian masyarakat &lt;br /&gt;meminta MUI untuk menetapkan Fatwa tentang masalah &lt;br /&gt;tersebut;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Bahwa karena itu , MUI memandang perlu menetapkan &lt;br /&gt;Fatwa tentang paham pluralisme, liberalisme, dan &lt;br /&gt;sekularisme agama tersebut untuk di jadikan pedoman oleh &lt;br /&gt;umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGINGAT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Firman Allah :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Barang siapa mencari agama selaian agama Islam, &lt;br /&gt;maka sekali-kali tidaklah akan terima (agama itu) &lt;br /&gt;daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang &lt;br /&gt;yang rugi (QS. Ali Imaran [3]: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah &lt;br /&gt;hanyalah Islam (QS. Ali Imran [3]: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS. &lt;br /&gt;al-Kafirun [109] : 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklahpatut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak &lt;br /&gt;(pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan &lt;br /&gt;Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada &lt;br /&gt;bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. &lt;br /&gt;Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka &lt;br /&gt;sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. &lt;br /&gt;al-Azhab [33:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan &lt;br /&gt;berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu &lt;br /&gt;karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari &lt;br /&gt;negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang &lt;br /&gt;berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu &lt;br /&gt;menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi &lt;br /&gt;kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan &lt;br /&gt;membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa &lt;br /&gt;menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah &lt;br /&gt;orang-orang yang zalim. (QS. al-Mumtahinah [60]: 8-9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah &lt;br /&gt;kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah &lt;br /&gt;kamu melupakan bahagianmu dari (keni�matan) duniawi dan &lt;br /&gt;berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah &lt;br /&gt;telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat &lt;br /&gt;kerusakan. (QS. al-Qashash [28]: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang &lt;br /&gt;dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari &lt;br /&gt;jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti &lt;br /&gt;persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah &lt;br /&gt;berdusta. (terhadap Allah). (QS. al-An’am [6]: 116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, &lt;br /&gt;pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada &lt;br /&gt;di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada &lt;br /&gt;mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari &lt;br /&gt;kebanggaan itu. (Q. al-Mu’minun [23]: 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Hadis Nabi saw :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Imam Muslim (w. 262 H) dalam Kitabnya Shahih &lt;br /&gt;Muslim, meriwayatkan sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ”Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, &lt;br /&gt;tidak ada seorangpun baik Yahudi maupun Nasrani yang &lt;br /&gt;mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian &lt;br /&gt;ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, &lt;br /&gt;kecuali ia akan menjadi penghuni Neraka.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Nabi mengirimkan surat-surat dakwah kepada &lt;br /&gt;orang-orang non-Muslim, antara lain Kaisar Heraklius, &lt;br /&gt;Raja Romawi yang beragama Nasrani, al-Najasyi Raja &lt;br /&gt;Abesenia yang beragama Nasrani dan Kisra Persia yang &lt;br /&gt;beragama Majusi, dimana Nabi mengajak mereka untuk masuk &lt;br /&gt;Islam. (riwayat Ibn Sa’d dalam al-Thabaqat al-Kubra dan &lt;br /&gt;Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Nabi saw melakukan pergaulan social secara &lt;br /&gt;baik dengan komunitas-komunitas non-Muslim seperti &lt;br /&gt;Komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar dan Nasrani &lt;br /&gt;yang tinggal di Najran; bahkan salah seorang mertua Nabi &lt;br /&gt;yang bernama Huyay bin Aththab adalah tokoh Yahudi Bani &lt;br /&gt;Quradzah (Sayyid Bani Quraizah). (Riwayat al-Bukhari dan &lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMPERHATIKAN : Pendapat Sidang Komisi C Bidang Fatwa &lt;br /&gt;pada Munas VII VII MUI 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bertawakal kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENETAPKAN : FATWA TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM &lt;br /&gt;PANDANGAN ISLAM&lt;br /&gt;Pertama : Ketentuan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Fatwa ini, yang dimaksud dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang &lt;br /&gt;mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya &lt;br /&gt;kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, &lt;br /&gt;setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya &lt;br /&gt;agamanyasaja yang benar sedangkan agama yang lain salah. &lt;br /&gt;Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama &lt;br /&gt;akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di &lt;br /&gt;negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk &lt;br /&gt;agama yang hidup secara berdampingan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Liberalisme adalah memahami nash-nash agama &lt;br /&gt;(Al-Qur’an &amp;amp; Sunnaah) dengan menggunakan akal pikiran &lt;br /&gt;yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama &lt;br /&gt;yang sesuai dengan akal pikiran semata.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. sekualisme adalah memisahkan urusan dunia dari &lt;br /&gt;agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi &lt;br /&gt;dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesame manusia diatur &lt;br /&gt;hanya dengan berdasarkan kesepakatan social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Ketentuan Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. pluralism, Sekualarisme dan Liberalisme agama &lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham &lt;br /&gt;yang bertentangan dengan ajaran agama islam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme &lt;br /&gt;Sekularisme dan Liberalisme Agama.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat islam wajib &lt;br /&gt;bersikap ekseklusif, dalam arti haram mencampur adukan &lt;br /&gt;aqidah dan ibadah umat islam dengan aqidah dan ibadah &lt;br /&gt;pemeluk agama lain.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama &lt;br /&gt;pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah &lt;br /&gt;social yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, &lt;br /&gt;umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan &lt;br /&gt;pergaulan social dengan pemeluk agama lain sepanjang &lt;br /&gt;tidak saling merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di: Jakarta&lt;br /&gt;Pada tanggal: 22 Jumadil Akhir 1426 H.&lt;br /&gt;29 Juli 2005 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUSYAWARAH NASIONAL VII&lt;br /&gt;MAJELIS ULAMA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Sidang Komisi C Bidang Fatwa Ketua, Sekretaris,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.H. MA’RUF AMIN HASANUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=137&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: #93c47d;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-2888773171295375207?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/2888773171295375207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/2888773171295375207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2010/01/fatwa-mui-tentang-pruralisme.html' title='FATWA MUI TENTANG PRURALISME LIBERALISME'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-3831113485975460966</id><published>2009-12-02T21:40:00.001+07:00</published><updated>2009-12-02T21:42:32.441+07:00</updated><title type='text'>ISLAM ASLI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekarang ini memang sedang jamannya manusia suka dan tidak membenci yang palsu.bahkan terkadang lebih senang dan lebih mahal yang palsu,misalnya gigi palsu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau ada yang asli tentunya ada yang palsu.Keaslian suatu barang tentunya ada standarnya.Bagaimana standar yang asli? Tentunya ditentukan oleh sang penggagas awal yang menemukan benda atau suatu hal.Karena sebagai pemakai awal sekali maka sah dan benar dialah yang menentukan kriterianya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau ada kemudian seseorang atau badan yang memakai merk yang sama dan tidak sesuai dengan kriteria awal tadi tentunya dapatlah digolongkan bahwa hal/benda/susuatu yang menyimpang dari kriteria awal tadi adalah PALSU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa saat lalu dipasaran terdapat handphone merk B yang mesinnya bukan buatan B.Ini menandakan bahwa kepalsuan itu dinilai dari siapa pemegang merk awal dan bagaimana kriterianya.Begitu pula kalau kita berjalan di mall banyak terdapat toko jam yang menjual jam bermerk dengan harga murah, tentu dengan mesin palsu.Demikian pula di koran dan majalah terkadang ada iklan-2 pemberitahuan tentang pemalsuan merk dagang.Ini sah saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seharusnya begitu pula dalam masalah agama,khususnya Agama Islam.Agama ini datang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dibawa oleh rasul kita Muhammad saw dari Allah SWT dengan perantaraan Malaikat Jibril.Agama Islam ini seolah-2 adalah “merk” agama yang telah dirumuskan oleh Nabi Muhammad Saw dan dilaksanakan oleh tiga generasi umat Islam kemudian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi singkatnya Islam itu sudah ditentukan kriterianya oleh Nabi Muhammad dan Tiga generasi sesudahnya (hadist)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehingga segala sesuatu yang menyimpang dari kriteria awal ini adalah AGAMA ISLAM PALSU ALIAS BUKAN AGAMA ISLAM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi sederhana sekali sebenarnya kriteria Agama Islam yang ASLI dari agama Islam yang PALSU.Marilah kita mengikuti dan mengamalkan Agama Islam Asli yang dibawa oleh Muhammad SAW dan Tiga generasi sesudahnya.Karena Hanya Islam yang Asli yang akan diterima oleh Allah SWT ( Al Maidah :3)dan alangkah ruginya Islam PALSU karena TIDAK akan diterima oleh Allah SWT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-3831113485975460966?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3831113485975460966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3831113485975460966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/12/islam-asli.html' title='ISLAM ASLI'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-8940989807024000090</id><published>2009-10-23T17:09:00.001+07:00</published><updated>2009-10-23T17:09:46.004+07:00</updated><title type='text'>Emansipasi perempuan Indonesia</title><content type='html'>Saat ini sudah marak emansipasi dalam segala bidang.mulai dari tukang batu sampai presiden sudah dimasuki oleh perempuan.hal ini dimulai sejak era kartini dan berkembang pesat pada akhir2 ini.&lt;br&gt;Segala susuatu tentang hukum atau aturan tentu ada manfaat dan mudaratnya.hukum dibagi 2 besar,yaitu hukum Allah dan hukum manusia.hukum Allah swt adalah tetap dan tidak berubah sampai kiamat.sedang hukum manusia dapat diubah2 tergantung selera penguasa saat itu.kalau bicara emansipasi adalah persamaan hak dalam segala bidang.ini yang selalu dituntut oleh perempuan.tetapi tidak pernah/jarang kita mendengar kelanjutannya yaitu persamaan kewajiban.karena hak selalu sebanding dengan kewajiban.kalau hak nya sama tentu kewajibannya seharusnya sama.tidak boleh tidak.ini konsekuensinya.karena perempuan minta haknya sama dengan pria tentu kewajibannya harus sama.tidak boleh minta dispensasi.jadi:&lt;br&gt;1.perempuan harus hidup dengan uang hasil kerja sendiri tidak boleh dari laki2/suaminya.artinya laki2 tidak lagi berkewajiban memberi nafkah istri.&lt;br&gt;2.harus dihapus pemberian mahar/mas kawin .&lt;br&gt;3.harus dihapus cuti hamil dan menyusui.&lt;br&gt;4.kalau laki2 di pukul perempuan juga harus dipukul.&lt;br&gt;5.perempuan jadi satpam/abri/polisi  harus mau jaga malam.&lt;br&gt;6.kalau laki2 dibunuh dalam perang perempuan juga harus dibunuh.&lt;br&gt;7.harus dihapus perasaan kasihan dan cinta pada perempuan.&lt;br&gt;Selama ini para suami menafkahi istri dan keluarga sehingga sulit sekolah lagi/menuntut ilmu/melanjutkan pendidikan karena terbatasnya waktu dan beaya.sementara suami kerja cari uang para istri justru menuntut ilmu/sekolah lagi yang dananya sebagian/seluruhnya dari uang suaminya.sementara para istri tidak dituntut menafkahi keluarga dan anak.kemudian jadilah istrinya seorang sarjana/pasca sarjana/profesor.sementara suami mandeg ditempat.kemudian jadilah istrinya menginjak kepala suaminya kerena istri lebih berpendidikan.&lt;br&gt;Hal ini cukup banyak terjadi.&lt;br&gt;karena itu hal2 semacam ini harus diubah kalau memang ingin  benar2 emansipasi.jangan mau enaknya saja.kalau ini terjadi lama2 laki2 jadi budak perempuan.&lt;br&gt;Jadi harus ada pemisahan pola pikir.yang setuju emansipasi dipersilahkan dengan segala resikonya.yang tidak setuju emansipasi harus diakomodir, sesuai dengan uud 45 dimana negara menjamin setiap warganegara untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.&lt;br&gt;Sedang islam tidak mengenal dan mengharamkan emansipasi.&lt;br&gt;Cinere 231009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-8940989807024000090?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/8940989807024000090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/8940989807024000090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/10/emansipasi-perempuan-indonesia.html' title='Emansipasi perempuan Indonesia'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-5021792308312553314</id><published>2009-05-21T17:43:00.000+07:00</published><updated>2009-05-21T17:44:10.294+07:00</updated><title type='text'>islam kaffah</title><content type='html'>Allah swt telah menetapkan islam sebagai agama terakhir dan sudah sempurna dan Allah swtpun sudah meridhainya.bahkan dalam ayat lain Allah swt berfirman tak akan diterima selain agama Islam pada saat nabi Muhammad saw dan sepeninggalnya.diayat yang lain Allah juga berkata masuk Islam lah kamu secara kaffah.bahkan Allah swt di ayat yang lain berfirman manusia dapat kafir sesudah beriman apabila menerima ayat yang satu dan menolak ayat yang lain.&lt;br&gt;Seorang mualaf yang baru masuk Islam saja harus segera mengerjakan syariat shalat puasa zakat dan haji.dalam riwayat hadist tidak pernah ada diceritakan mualaf yang mengerjakan syariat berlama2 atau sampai puluhan tahun atau bahkan mendekati ajal.karena para salaf tidak tahu kapan ajalnya.mereka giat mengerjakan syariat Islam secara total.&lt;br&gt;Seekor ikan tentu lebih senang dalam lingkungan kawanan ikan daripada dalam lingkungan buaya misalnya.seorang yang kaffah semestinya akan lebih senang dalam lingkungan yang kaffah pula.Dapat difahami bahwa Allah swt mencap kita sesuai dengan macam sahabat kita.seorang yang senang bersih tentu senang ditempat yang bersih pula. orang yang suka shalat tentu senang orang yang suka shalat pula.tak mungkin orang yang suka shalat senang dengan orang yang tidak suka shalat.kalau ada yang suka shalat dan senang dengan orang yang tak suka shalat dapat dipastikan shalatnya palsu atau tak benar.&lt;br&gt;Jadi marilah kita waspada.jangan sampai kita kafir sesudah beriman.masuklah Islam secara total.ada ajaran untuk akhirat dan ada ajaran untuk dunia dengan hukum2nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-5021792308312553314?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5021792308312553314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5021792308312553314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/05/islam-kaffah.html' title='islam kaffah'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-5630058343398789535</id><published>2009-05-09T13:48:00.000+07:00</published><updated>2009-05-09T13:50:16.876+07:00</updated><title type='text'>penulis sedang perjalanan kembali dari pekanbaru ke jakarta</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SgUnqOkzzQI/AAAAAAAAADI/z9qH2HKWVqc/s1600-h/090520091081-716877.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SgUnqOkzzQI/AAAAAAAAADI/z9qH2HKWVqc/s320/090520091081-716877.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333712940110695682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Jam 14.20 dari bandara pekanbaru ke jakarta.setelah mengikuti pabi ke 7. Dari 6 sampai 9mei 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-5630058343398789535?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5630058343398789535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5630058343398789535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/05/penulis-sedang-perjalanan-kembali-dari.html' title='penulis sedang perjalanan kembali dari pekanbaru ke jakarta'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SgUnqOkzzQI/AAAAAAAAADI/z9qH2HKWVqc/s72-c/090520091081-716877.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-4572994829187361156</id><published>2009-04-05T14:07:00.001+07:00</published><updated>2009-04-05T14:07:53.175+07:00</updated><title type='text'>kayla di pizza hut rsf</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SdhYyWBYczI/AAAAAAAAADA/ndELZVM8UlY/s1600-h/05042009987-kecil-773177.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SdhYyWBYczI/AAAAAAAAADA/ndELZVM8UlY/s320/05042009987-kecil-773177.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321100581666321202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ini photo kayla anak ke 4 ku setelah sembuh dari sakit 7 hari dirawat di rsf sedang di pizza hut rsf dalam rangka hut ayahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-4572994829187361156?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/4572994829187361156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/4572994829187361156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/04/kayla-di-pizza-hut-rsf.html' title='kayla di pizza hut rsf'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SdhYyWBYczI/AAAAAAAAADA/ndELZVM8UlY/s72-c/05042009987-kecil-773177.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-8438571215210758508</id><published>2009-04-04T10:33:00.001+07:00</published><updated>2009-04-04T10:33:58.511+07:00</updated><title type='text'>KEDUDUKAN ORANG KAFIR DALAM ISLAM</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser_2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser_2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser_2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser_2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;style&gt; &amp;lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:&amp;quot;Cambria Math&amp;quot;; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&amp;quot;&amp;quot;; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&amp;gt; &lt;/style&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;KEDUDUKAN ORANG KAFIR DI DALAM ISLAM&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;Oleh Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;b&gt;Sabtu, 22 November 2008 - 08:02:28&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br style=""&gt; &lt;br style=""&gt; &lt;br&gt; Melihat berbagai peristiwa teror yang terjadi di berbagai negara, apalagi hal tersebut dituduhkan identik dengan syari'at yang mulia nan suci, melihat banyaknya kebingungan di kalangan kaum muslimin akibat syubhat (kerancuan) dan racun yang disusupkan oleh musuh-musuh Islam tentang terorisme dan melihat salah "terjemah" terhadap kalimat terorisme dan salah menempatkannya. Maka kami mengangkat fatwa-fatwa para ulama besar yang merupakan lentera di tengah gulita dan kelompok yang terus-menerus menampakkan kebenaran di setiap zaman sebagaimana dalam hadits yang mutawatir, Rasulullah shollallahu &amp;#39;alaihi wa alihi wa sallam bersabda : &lt;br&gt; &lt;br&gt; لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Terus menerus ada sekelompok dari umatku yang mereka tetap nampak di atas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang mencerca mereka sampai datang ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu". &lt;br&gt; &lt;br&gt; Tulisan ini juga sebagai penjelasan hakikat syari'at Islam yang mulia dan agung. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan tulisan ini juga sebagai bantahan terhadap orang-orang yang penuh dengan nista pemikiran sesat dan bergelimang dengan lumpur penyimpangan yang menodai nama Islam dengan ulah terorismenya. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan sebagai bantahan terhadap orang-orang jahil dan bodoh yang menampilkan dirinya sebagai ahli fatwa yang berani mengucapkan statement yang mengidentikkan Islam dengan terorisme. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan yang lebih aneh lagi ucapan kotor ini keluar dari orang yang mengaku dirinya Ahlus Sunnah. Simak kalimatnya yang menyanjung pelaku peledakan gedung WTC dan Pentagon pada tanggal 11 September 2001 : "Serangan berani penuh kepahlawanan dari para pemuda yang kecewa dengan kecongkakan Amerika Serikat" dan simak ucapannya yang lain "Kalau ditanya kepada kami :Bagaimana serangan terhadap Amerika itu, maka kami mengatakan bahwa cara itu tidak benar menurut pandangan syari'at. Kemungkinan besar memang Usamah berada di belakang penyerangan terhadap WTC dan Pentagon. Walaupun cara bunuh diri itu salah, bagi kami sasarannya benar. Kami memberi "applaus" kepada sasaran seperti itu". &lt;br&gt; &lt;br&gt; Kami angkat tulisan ini dengan harapan mengembalikan kaum muslimin kepada agama yang lurus dan mengangkat derajat mereka di dunia dan di akhirat. Amin. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Pembagian Orang Kafir dalam Islam &lt;br&gt; &lt;br&gt; Orang kafir dalam syari'at Islam ada empat macam : &lt;br&gt; &lt;br&gt; Pertama : Kafir Dzimmy, yaitu orang kafir yang membayar jizyah (upeti) yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin. Kafir seperti ini tidak boleh dibunuh selama ia masih menaati peraturan-peraturan yang dikenakan kepada mereka. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut diantaranya firman Allah Al-'Aziz Al-Hakim : &lt;br&gt; &lt;br&gt; قَاتِلُوا الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan shogirun (hina, rendah, patuh)". (QS. At-Taubah : 29). &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan dalam hadits Buraidah riwayat Muslim Rasulullah shollallahu 'alaihi wa alihi wa salllam bersabda : &lt;br&gt; &lt;br&gt; كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَمَّرَ أَمِيْرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْ سَرِيَّةٍ أَوْصَاهُ فِيْ خَاصَّتِهِ بِتَقْوَى اللهِ وَمَنْ مَعَهُ مِنْ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرًا ثُمَّ قَالَ أُغْزُوْا بِاسْمِ اللهِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ قَاتِلُوْا مَنْ كَفَرَ بِاللهِ أُغْزُوْا وَلاَ تَغُلُّوْا وَلاَ تَغْدِرُوْا وَلاَ تُمَثِّلُوْا وَلاَ تَقْتُلُوْا وَلِيْدًا وَإِذَا لَقِيْتَ عَدُوَّكَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلاَثِ خِصَالٍ فَأَيَّتُهُنَّ مَا أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلاَمِ فَإِنْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَسَلْهُمُ الْجِزْيَةَ فَإِنْ هُمْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَقَاتِلْهُمْ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Adalah Rasulullah shollallahu 'alaihi wa alihi wa salllam apabila beliau mengangkat amir/pimpinan pasukan beliau memberikan wasiat khusus untuknya supaya bertakwa kepada Allah dan (wasiat pada) orang-orang yang bersamanya dengan kebaikan. Kemudian beliau berkata : "Berperanglah kalian di jalan Allah dengan nama Allah, bunuhlah siapa yang kafir kepada Allah, berperanglah kalian dan jangan mencuri harta rampasan perang dan janganlah mengkhianati janji dan janganlah melakukan tamtsil (mencincang atau merusak mayat) dan janganlah membunuh anak kecil dan apabila engkau berjumpa dengan musuhmu dari kaum musyrikin dakwailah mereka kepada tiga perkara, apa saja yang mereka jawab dari tiga perkara itu maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka ; serulah mereka kepada Islam apabila mereka menerima maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka, apabila mereka menolak maka mintalah jizyah (upeti) dari mereka dan apabila mereka memberi maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka, apabila mereka menolak maka mintalah pertolongan kepada Allah kemudian perangi mereka". &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan dalam hadits Al-Mughiroh bin Syu'bah riwayat Bukhary beliau berkata : &lt;br&gt; &lt;br&gt; أَمَرَنَا رَسُوْلُ رَبِّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُقَاتِلَكُمْ حَتَّى تَعْبُدُوْا اللهَ وَحْدَهُ أَوْ تُؤَدُّوْا الْجِزْيَةَ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Kami diperintah oleh Rasul Rabb kami shollallahu 'alaihi wa alihi wa sallam untuk memerangi kalian sampai kalian menyembah Allah satu-satunya atau kalian membayar Jizyah". &lt;br&gt; &lt;br&gt; Kedua : Kafir Mu'ahad, yaitu orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. Dan kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Allah Jalla Dzikruhu berfirman : &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Maka selama mereka berlaku istiqomah terhadap kalian, hendaklah kalian berlaku istiqomah (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa". (QS. At-Taubah : 7). &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan Allah berfirman : &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; إِلاَّ الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَى مُدَّتِهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi dari kalian sesuatu pun (dari isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa". (QS. At-Taubah : 4). &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; dan Allah Jallat 'Azhomatuhu menegaskan dalam firman-Nya : &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِيْ دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لاَ أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti". (QS. At-Taubah : 12). &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan Rasulullah shollallahu 'alaihi wa alihi wa sallam bersabda dalam hadits 'Abdullah bin 'Amr riwayat Bukhary : &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا تُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Siapa yang membunuh kafir Mu'ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun". &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketiga : Kafir Musta'man, yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَ يَعْلَمُونَ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Dan jika seorang di antara kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui". (QS. At-Taubah : 6). &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan dalam hadits 'Ali bin Abi Tholib radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shollallahu 'alaihi wa alihi wa sallam menegaskan : &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; ذِمَّةُ الْمُسْلِمِيْنَ وَاحِدَةٌ يَسْعَى بِهَا أَدْنَاهُمْ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Dzimmah (janji, jaminan keamanan dan tanggung jawab) kaum muslimin itu satu, diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)". (HSR. Bukhary-Muslim). &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Berkata Imam An-Nawawy rahimahullah : "Yang diinginkan dengan Dzimmah di sini adalah Aman (jaminam keamanan). Maknanya bahwa Aman kaum muslimin kepada orang kafir itu adalah sah (diakui), maka siapa yang diberikan kepadanya Aman dari seorang muslim maka haram atas (muslim) yang lainnya mengganggunya sepanjang ia masih berada dalam Amannya&amp;quot;. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan dalam hadits Ummu Hani` riwayat Bukhary beliau berkata : &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; يَا رَسُوْلَ اللهِ زَعَمَ ابْنُ أُمِّيْ أَنَّهُ قَاتِلٌ رَجُلاً قَدْ أَجَرْتُهُ فَلاَنَ بْنَ هُبَيْرَةَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَجَرْنَا مَنْ أَجَرْتِ يَا أُمَّ هَانِئٍ &lt;br&gt; &lt;br&gt; "Wahai Rasulullah anak ibuku (yaitu 'Ali bin Abi Tholib-pen.) menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah. Maka Rasulullah shollallahu 'alaihi wa alihi wa salllam bersabda : "Kami telah lindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani`". &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Keempat : Kafir Harby, yaitu kafir selain tiga di atas. Kafir jenis inilah yang disyari'atkan untuk diperangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari'at Islam. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Demikianlah pembagian orang kafir oleh para ulama seperti syeikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy, syeikh Ibnu 'Utsaimin, 'Abdullah Al-Bassam dan lain-lainnya. Dan bagi yang menelaah buku-buku fiqih dari berbagai madzhab akan menemukan benarnya pembagian ini. Wallahul Musta'an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br&gt; Sumber :&lt;br&gt; &lt;a href="http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&amp;amp;cat=A"&gt;http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&amp;amp;cat=A&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-8438571215210758508?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/8438571215210758508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/8438571215210758508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/04/kedudukan-orang-kafir-dalam-islam.html' title='KEDUDUKAN ORANG KAFIR DALAM ISLAM'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-3358056246857008234</id><published>2009-04-04T10:22:00.002+07:00</published><updated>2009-04-11T13:18:15.377+07:00</updated><title type='text'>FATWA SHAIK ABDUL MALIK BIN AHMAD TENTANG PEMILU</title><content type='html'>&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:&amp;quot;Cambria Math&amp;quot;;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:&amp;quot;&amp;quot;;  margin-top:0in;  margin-right:0in;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;} p  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0in;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0in;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;  mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:&amp;quot;Cambria Math&amp;quot;;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:&amp;quot;&amp;quot;;  margin-top:0in;  margin-right:0in;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;} a:link, span.MsoHyperlink  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  color:blue;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  color:purple;  mso-themecolor:followedhyperlink;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} p  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0in;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0in;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;  mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;p style="margin: 4.7pt 0in 1.55pt; line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;FATWA SHAIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ABDUL MALIK BIN AHMAD R TENTANG PEMILU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="margin: 4.7pt 0in 1.55pt; line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Posted: 01 Apr 2009 08:49 PM PDT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tanya (Abdullah bin Taslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;: Sehubungan dengan Pemilu untuk memilih presiden yang sebentar lagi akan diadakan di Indonesia, dimana Majelis Ulama Indonesia mewajibkan masyarakat Indonesia untuk memilih dan mengharamkan golput, bagaimana sikap kaum muslimin dalam menghadapi masalah ini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Syaikh Abdul Malik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;: Segala puji bagi Allah, serta salawat, salam dan keberkahan semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, serta orang-orang yang setia mengikuti jalannya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;amma ba'du&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saat ini mayoritas negara-negara Islam menghadapi cobaan (berat) dalam memilih pemimpin (kepala negara) mereka melalui cara pemilihan umum, yang ini merupakan (penerapan) sistem demokrasi yang sudah dikenal. Padahal terdapat perbedaan yang sangat jauh antara sistem demokrasi dan (syariat) Islam (dalam memilih pemimpin), yang ini dijelaskan oleh banyak ulama (ahlus sunnah wal jama'ah). Untuk penjelasan masalah ini, saudara-saudaraku (sesama ahlus sunnah) bisa merujuk kepada sebuah kitab ringkas yang ditulis oleh seorang ulama besar dan mulia, yaitu kitab "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;al-'Adlu fil Islaam wa laisa fi dimokratiyyah al maz'uumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" (Keadilan yang hakiki ada pada syariat Islam dan bukan pada sistem demokrasi yang dielu-elukan), tulisan guru kami syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-'Abbaad al-Badr –semoga Allah menjaga beliau dan memanjangkan umur beliau dalam ketaatan kepada-Nya –.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'Ala kulli hal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, pemilihan umum dalam sistem &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/fatwa-syaikh-abdul-malik-bin-ahmad-ramadhani-tentang-pemilu.html" target="_blank" title="Fatwa Ulama tentang Pemilu"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; telah diketahui, yaitu dilakukan dengan cara seorang muslim atau kafir memilih seseorang atau beberapa orang tertentu (sebagai calon presiden). Semua perempuan dan laki-laki juga ikut memilih, tanpa mempertimbangkan/membedakan orang yang banyak berbuat maksiat atau orang shaleh yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Semua ini (jelas) merupakan pelanggaran terhadap (syariat) Islam. Sesungguhnya para sahabat yang membai'at (memilih) Abu Bakr ash-Shiddiq &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;radhiallahu 'anhu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (sebagai khalifah/pemimpin kaum muslimin sepeninggal Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;) di saqiifah (ruangan besar beratap tempat pertemuan) milik (suku) Bani Saa'idah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;tidak ada seorang perempuan pun yang ikut serta dalam pemilihan tersebut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;. Karena urusan siyasah (politik) tidak sesuai dengan tabiat (fitrah) kaum perempuan, sehingga mereka tidak boleh ikut berkecimpung di dalamnya. Dan ini termasuk pelanggaran (syariat Islam), padahal Allah Ta'ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَلَيْسَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الذَّكَرُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كَالْأُنْثَى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Dan laki-laki tidaklah seperti perempuan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Qs. Ali 'Imraan: 36)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Maka bagaimana kalian (wahai para penganut sistem demorasi) menyamakan antara laki-laki dan perempuan, padahal Allah yang menciptakan dua jenis manusia ini membedakan antara keduanya?! Allah Ta'ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَرَبُّكَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;يَخْلُقُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;يَشَاءُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَيَخْتَارُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كَانَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لَهُمُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الْخِيَرَةُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Qs. al-Qashash: 68)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di sisi lain Allah Ta'ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أَفَنَجْعَلُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الْمُسْلِمِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كَالْمُجْرِمِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لَكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كَيْفَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;تَحْكُمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir). Mengapa kamu (berbuat demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Qs. al-Qalam: 35 - 36)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sementara kalian (wahai para penganut sistem demokrasi) menyamakan antara orang muslim dan orang kafir?! Maka ini tidak mungkin untuk…(kalimat yang kurang jelas). Masalah ini (butuh) penjelasan yang panjang lebar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Akan tetapi (bersamaan dengan itu), sebagian dari para ulama zaman sekarang berpendapat bolehnya ikut serta dalam pemilihan umum dalam rangka untuk memperkecil kerusakan (dalam keadaan terpaksa). Meskipun mereka mengatakan bahwa (hukum) asal (ikut dalam pemilihan umum) adalah tidak boleh (haram). Mereka mengatakan: Kalau seandainya semua orang diharuskan ikut serta dalam pemilu, maka apakah anda ikut memilih atau tidak? Mereka berkata: anda ikut memilih dan pilihlah orang yang paling sedikit keburukannya di antara mereka (para kandidat yang ada). Karena umumnya mereka yang akan dipilih adalah orang-orang yang memasukkkan (mencalonkan) diri mereka dalam pemilihan tersebut. Padahal Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; pernah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;radhiallahu 'anhu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Janganlah engkau (berambisi) mencari kepemimpinan, karena sesungguhnya hal itu adalah kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat nanti."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Gabungan dua hadits shahih riwayat imam al-Bukhari (no. 6248) dan Muslim (no. 1652), dan riwayat Muslim (no. 1825))&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Maka orang yang terpilih dalam pemilu adalah orang yang (berambisi) mencari kepemimpinan, padahal Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Barangsiapa yang (berambisi) mencari kepemimpinan maka dia akan diserahkan kepada dirinya sendiri (tidak ditolong oleh Allah dalam menjalankan kepemimpinannya)."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan lain-lain, dinyatakan lemah oleh syaikh al-Albani dalam "adh-Dha'iifah" (no. 1154). Lafazh hadits yang shahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Jika engkau menjadi pemimpin karena (berambisi) mencarinya maka engkau akan diserahkan kepadanya (tidak akan ditolong oleh Allah)."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Allah akan meninggalkannya (tidak menolongnya), dan barangsiapa yang diserahkan kepada dirinya sendiri maka berarti dia telah diserahkan kepada kelemahan, ketidakmampuan dan kesia-siaan, sebagaimana yang dinyatakan oleh salah seorang ulama salaf – semoga Allah meridhai mereka–.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'Ala kulli hal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, mereka berpendapat seperti ini dalam rangka menghindari atau memperkecil kerusakan (yang lebih besar). Ini kalau keadaannya memaksa kita terjeremus ke dalam dua keburukan (jika kita tidak memilih). Adapun jika ada dua orang calon (pemimpin yang baik), maka kita memilih yang paling berhak di antara keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Akan tetapi jika seseorang tidak mengatahui siapa yang lebih baik (agamanya) di antara para kandidat yang ada, maka bagaimana mungkin kita mewajibkan dia untuk memilih, padahal dia sendiri mengatakan: aku tidak mengetahui siapa yang paling baik (agamanya) di antara mereka. Karena Allah Ta'ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَلا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;تَقْفُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لَيْسَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لَكَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بِهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;عِلْمٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِنَّ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;السَّمْعَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَالْبَصَرَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَالْفُؤَادَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كُلُّ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أُولَئِكَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كَانَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;عَنْهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَسْؤُولاً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Qs. al-Israa': 36)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dan Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Barangsiapa yang menipu/mengkhianati kami maka dia bukan termasuk golongan kami."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (HSR Muslim (no. 101)). Jika anda memilih orang yang anda tidak ketahui keadaannya maka ini adalah penipuan/pengkhianatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Demikian pula, jika ada seorang yang tidak merasa puas dengan kondisi pemilu (tidak memandang bolehnya ikut serta dalam pemilu) secara mutlak, baik dalam keadaan terpaksa maupun tidak, maka bagaimana mungkin kita mewajibkan dia melakukan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Maka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'ala kulli hal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, kita meyakini bahwa Allah Ta'ala Dialah yang memilih untuk umat ini pemimpin-pemimpin mereka. Kalau umat ini baik maka Allah akan memilih untuk mereka pemimpin-pemimpin yang baik pula, (sabaliknya) kalau mereka buruk maka Allah akan memilih untuk mereka pemimpin-pemimpin yang buruk pula. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَكَذَلِكَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;نُوَلِّي&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بَعْضَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الظَّالِمِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بَعْضاً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بِمَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كَانُوا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;يَكْسِبُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Qs. al-An'aam: 129)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Maka orang yang zhalim akan menjadi pemimpin bagi masyarakat yang zhalim, demikianlah keadaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kalau demikian, upayakanlah untuk menghilangkan kezhaliman dari umat ini, dengan mendidik mereka mengamalkan ajaran Islam (yang benar), agar Allah memberikan untuk kalian pemimpin yang kalian idam-idamkan, yaitu seorang pemimpin yang shaleh. Karena Allah Ta'ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِنَّ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;اللَّهَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;يُغَيِّرُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بِقَوْمٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;حَتَّى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;يُغَيِّرُوا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بِأَنْفُسِهِمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Dalam ayat ini) Allah tidak mengatakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"…sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada pemimpin-pemimpin mereka"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, akan tetapi (yang Allah katakan): &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"…sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku telah menulis sebuah kitab tentang masalah ini, yang sebenarnya kitab ini khusus untuk para juru dakwah, yang mengajak (manusia) ke jalan Allah Ta'ala, yang aku beri judul &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Kamaa takuunuu yuwallaa 'alaikum"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (sebagaimana keadaanmu maka begitupulalah keadaan orang yang menjadi pemimpinmu). Aku jelaskan dalam kitab ini bahwa watak para penguasa selalu berasal dari watak masyarakatnya, maka jika masyarakatnya (berwatak) baik penguasanya pun akan (berwatak) baik, dan sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Maka orang-orang yang menyangka bahwa (yang terpenting dalam) masalah ini adalah bersegera untuk merebut kekuasaan, sungguh mereka telah melakukan kesalahan yang fatal dalam hal ini, dan mereka tidak mungkin mencapai hasil apapun (dengan cara-cara seperti ini). Allah Ta'ala ketika melihat kerusakan pada Bani Israil disebabkan (perbuatan) Fir'aun, maka Allah membinasakan Fir'aun dan memberikan kepada Bani Israil apa yang mereka inginkan, dengan Allah menjadikan Nabi Musa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'alaihissalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; sebagai pemimpin mereka. (Akan tetapi) bersamaan dengan itu, kondisi (akhlak dan perbuatan) mereka tidak menjadi baik, sebagaimana yang Allah kisahkan dalam al-Qur'an. Mereka tidak menjadi baik meskipun pemimpin mereka adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;kaliimullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (orang yang langsung berbicara dengan Allah Ta'ala), yaitu Nabi Musa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'alaihissalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, sebagaimana yang sudah kita ketahui. Bahkan sewaktu Allah berfirman (menghukum) sebagian dari Bani Israil:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;كُونُوا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قِرَدَةً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;خَاسِئِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Jadilah kamu kera yang hina."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Qs. al-Baqarah: 65)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kejadian ini bukanlah di zaman kekuasaan Fir'aun. Akan tetapi hukuman Allah ini (menimpa) sebagian mereka (karena mereka melanggar perintah Allah) ketika mereka di bawah kepemimpinan Nabi Musa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'alaihissalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; dan para Nabi Bani Israil &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'alaihimussalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; sepeninggal Nabi Musa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'alaihissalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, sebagaimana sabda Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Sesungguhnya Bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi 'alaihimussalam, setiap seorang Nabi wafat maka akan digantikan oleh Nabi berikutnya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (HSR al-Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dan hanya Allah-lah yang mampu memberikan taufik (kepada manusia).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وصلى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وسلم&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وبارك&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;على&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;نبينا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;محمد&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وآله&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وصحبه&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أجمعين،&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وآخر&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;دعوانا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أن&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الحمد&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لله&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;رب&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;العالمين&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Madinah Nabawiyyah, 15 Rabi'ul awal 1430 H / 11 Maret 2009 M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="line-height: 140%;"&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penulis: Abdullah bin Taslim al-Buthani, Lc.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Artikel &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/fatwa-syaikh-abdul-malik-bin-ahmad-ramadhani-tentang-pemilu.html" target="_blank" title="Fatwa Ulama tentang Pemilu"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;www.muslim.or.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-3358056246857008234?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3358056246857008234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3358056246857008234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/04/fatwa-shaik-abdul-malik-bin-ahmad_04.html' title='FATWA SHAIK ABDUL MALIK BIN AHMAD TENTANG PEMILU'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-4109184805327179074</id><published>2009-04-01T13:47:00.002+07:00</published><updated>2011-05-23T06:10:52.334+07:00</updated><title type='text'>Sebagian besar manusia sesat dan menyesatkan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote type="cite"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote type="cite"&gt;&lt;div&gt;Nabi Muhammad saw dalam salah satu hadistnya ada menyebutkan bahwa umat islam sedikit demi sedikit akan mengikuti budaya kaum yahudi dan nasrani,bahkan sampai masuk ke lubang biawakpun umat Islam akan ikut. &lt;br /&gt;Dari data itu dapat ditarik kesimpulan bahwa kaum yahudi dan nasrani akan menjadikan dunia ini nyaman untuk tinggal.Sejahtera.Cukup segala hal.Nyaman untuk ditempati.Dengan rumah yang besar dan luas.Halaman yang hijau sejuk.Istri dan anak yang sehat dan lucu.Dunia yang damai dan aman.Musik yang indah2.Kendaraan yang bagus dan indah juga cepat.Vila dan kapal pesiar dan udara yang baik.Pendek kata segala hal yang membuat nyaman dan enak untuk tinggal.Sehingga membuat kita enggan meninggalkannya.Ingin hidup selamanya di dunia. &lt;br /&gt;Dan saat ini hampir seluruh umat Islam mendambakan dan mengejarnya. &lt;br /&gt;Berhati2lah kita dalam mengejar dunia ini.Nabi Muhammad pernah bersabda umat muslim harus berbeda dalam segala hal dengan non muslim.Semoga Allah swt memberi rahmat bagi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Posted By  B Budiarto  to  &lt;a href="http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/04/muhammad-saw-dalam-salah-satu-hadistnya.html"&gt;peradaban-umat&lt;/a&gt;  on  4/01/2009 11:43:00 AM&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-4109184805327179074?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/4109184805327179074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/4109184805327179074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/04/fwd-peradaban-umat-4012009-114300-am.html' title='Sebagian besar manusia sesat dan menyesatkan'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-4309907408379442630</id><published>2009-03-06T06:23:00.000+07:00</published><updated>2009-03-06T06:25:17.228+07:00</updated><title type='text'>Beberapa ciri Islam Indonesia vs Islam Muhammad saw.</title><content type='html'>Islam adalah agama yang sempurna dan terakhir yang diturunkan oleh Allah swt untuk rahmat semesta alam.Namun nabi Muhammad saw mengkhawatirkan keadaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;umatnya pada akhir jaman nanti(saat ini?) pada beberapa hal.&lt;br /&gt;Pertama Umat Islam banyak namun kondisinya lemah bagaikan buih dilautan,sehingga musuh Islam  tidak takut kepada orang islam.Tidak gentar untuk menghujat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam.Tidak gentar untuk menjelekkan Islam.Saat itu kondisi umat Islam tidak banyak yang membela Islam.Tidak banyak yang menegakkan Islam,Orang Islam takut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mati.Takut pekerjaannya hilang.Takut untuk miskin.Takut dipecat sebagai karyawan.Takut dihujat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman        &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al Maidah:48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, &lt;br /&gt;Muhammad:31. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al Mulk:2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al Ankabut:3. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al Anbiyaa:35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Kahfi:7. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbuatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ada Hadist nabi Muhammad saw berkaitan dengan ayat Al Maidah 48 diatas adalah hadist tentang perpecahan umatku ada 73 golongan dan yang selamat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah golongan pengikut nabi Muhammad saw ,orang yang mengikuti sunnahku (ahlul sunnah wal jamaah,orang salafiah).&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan Islam di Indonesia sudah menyimpang dari aturan sunnah nabi dan Al Maidah 48 tersebut.&lt;br /&gt;Beberapa akan kami sebutkan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Islam Indonesia kalau suami meninggal padahal suami adalah yang pencari nafkah tunggal istri langsung memiliki seluruh harta suami.Sementara islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menganut hak waris.&lt;br /&gt;2.Islam Indonesia para suami menyerahkan seluruh uang penghasilannya kepada istri untuk dikelola.Padahal dalam Islam suami hanya diwajibkan memberi nafkah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makanan,pakaian.&lt;br /&gt;3.Islam Indonesia istri dalam kenyataannya sering sebagai pembuat keputusan akhir suatu masalah(kaptennya jadi dua bukan satu).Padahal didalam Islam suami &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah panglima dan harus suami pembuat keputusan&lt;br /&gt;4.Islam Indonesia kalau suami akan kawin ke dua dst harus seijin istri pertama dan pengadilan agama(penguasa).Didalam islam jika suami akan kawin lagi tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlu ijin istri dan ijin pengadilan(penguasa)&lt;br /&gt;5.Islam indonesia dadis -2/perempuan yang berhaji dan berumrah pergi tanpa mahram.Islam mewajibkan mahram yaitu orang yang tidak dapat kawin dengan dia(kec &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suami)&lt;br /&gt;6.Islam indonesia cukup banyak pemimpin masarakat adalah perempuan.Islam melarang perempuan menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;7.Islam Indonesia perempuan2 banyak yang bekerja diluar rumah dan bercampur dengan pria.Islam melarang mereka bekerja diluar dan bercampur baur dengan pria.&lt;br /&gt;8.Islam Indonesia banyak perempuan-2 berpakaian tetapi telanjang.Islam mewajibkan jilbab(pakaian yang longgar dan menutup seluruh aurat)&lt;br /&gt;9.Islam Indonesia banyak perempuan berpakaian seperti laki-laki spt: memakai Tshirt,celana panjang,memakai jas dan dasi.Sedang islam mewajibkan mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbeda dengan pakaian pria.&lt;br /&gt;10.Islam Indonesia banyak yang bersifat berlaku sebagai laki-2,seperti berkata tegas,kasar,keras,bekerja sebagai satpam,jadi karateka pesilat mengendarai  &lt;br /&gt;sepedamotor/mobil seperti laki-2.Sementara islam mengharamkan perempuan bersifat dan bertingkah laku menyerupai laki-2 dalam segala hal.( antara lain hadist &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari Bukhari dan dari Aishah rha)&lt;br /&gt;11.Islam Indonesia lebih memilih hukum demokrasi.Sementara Islam mewajibkan hukum Allah ,hadist dan musyawarah (diantara ahli ilmu saja.Bukan diantara yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak berilmu)&lt;br /&gt;12.Islam Indonesia memilih sistem ekonomi bebas dan kapitalis liberal.Sementara islam mewajibkan ekonomi syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Al Araf:12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." &lt;br /&gt; Al Araf:13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;termasuk orang-orang yang hina." &lt;br /&gt; Al Araf:16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,&lt;br /&gt; Al Araf:17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebanyakan mereka bersyukur (taat). &lt;br /&gt; Al Araf:18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya." &lt;br /&gt; Al Araf:202. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku takutlah akan azab Allah yang tidak hanya menimpa orang-2 zdalim saja diantara kita tetapi akan menimpa kita semua.karena kita berdiam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saja.Tidak menegakkan nahi munkar.padahal amar maruf selalu bersama nahi munkar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-4309907408379442630?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/4309907408379442630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/4309907408379442630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2009/03/beberapa-ciri-islam-indonesia-vs-islam.html' title='Beberapa ciri Islam Indonesia vs Islam Muhammad saw.'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-6205253372569158481</id><published>2008-08-16T09:48:00.000+07:00</published><updated>2008-08-16T09:49:51.393+07:00</updated><title type='text'>berpakaian tetapi telanjang</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SKZAT7gpooI/AAAAAAAAACU/-XJB5aw5gBg/s1600-h/image001-791395.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SKZAT7gpooI/AAAAAAAAACU/-XJB5aw5gBg/s320/image001-791395.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234942328001110658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Allah swt telah menetapkan adab dan cara berpakaian dalam  quran  dan hadist.secara arti pakaian ditujukan untuk menutup aurat.sedang aurat adalah media yang dapat membangkitkan syahwat atau birahi.jadi dengan berpakaian tidak boleh menampakkan lagi segala susuatu yang dapat menimbulkan syahwat.ibarat sebuah pintu kamar mandi.tak boleh lagi terlihat yang dibalik pintu.tak boleh tampak samar2 bentuk tubuh.tak boleh pintu nya berkaca tembus pandang.jadi benar2 tak boleh ada gambaran bentuk tubuh.benar2 total tak terlihat.itulah yang disebut pintu.pakaian wanita juga demikian.tak boleh ada gambaran bentuk tubuh wanita yang tampak ketika sudah berpakaian..karena seluruh tubuh wanita adalah aurat.tak boleh tampak bentuk atau lekuk2 tubuh wanita.jadi tak boleh bercelana panjang karena masih tampak lekukan kaki dan pahanya.tak boleh berkaos ketat karena masih tampak lekukan dadanya dan pinggulnya.yang tepat adalah gamis longgar.tak akan tampak segala lekukan tubuh wanita darinya.kita manusia kembali diuji Allah apakah kita patuh kepadaNYA atau tidak.atau lebih memilih nafsu syahwat manusia.Ingat pada peristiwa pelaknatan iblis oleh Allah.iblis dahulunya adalah mahluk yang taat selama jutaan tahun.hanya karena satu kali membangkang pada perintah Allah, iblis langsung dilaknat Allah.Bagaimana dengan kita?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-6205253372569158481?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/6205253372569158481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/6205253372569158481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2008/08/berpakaian-tetapi-telanjang.html' title='berpakaian tetapi telanjang'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SKZAT7gpooI/AAAAAAAAACU/-XJB5aw5gBg/s72-c/image001-791395.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-6291239981212312422</id><published>2008-07-09T16:14:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T20:46:38.463+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SHSB6xo8xiI/AAAAAAAAACE/sZ4hPuX8mVo/s1600-h/09072008313-787718.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SHSB6xo8xiI/AAAAAAAAACE/sZ4hPuX8mVo/s320/09072008313-787718.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220940714786735650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Suasana di bedah rsf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-6291239981212312422?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/6291239981212312422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/6291239981212312422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2008/07/suasana-di-bedah-rsf.html' title=''/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SHSB6xo8xiI/AAAAAAAAACE/sZ4hPuX8mVo/s72-c/09072008313-787718.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-6695418679976926866</id><published>2008-01-20T14:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T20:46:38.839+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/R5L25zKS33I/AAAAAAAAAAg/J1aB1F2YWv0/s1600-h/1272.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/R5L25zKS33I/AAAAAAAAAAg/J1aB1F2YWv0/s320/1272.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157455996139003762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-6695418679976926866?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/6695418679976926866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/6695418679976926866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2008/01/blog-post.html' title=''/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/R5L25zKS33I/AAAAAAAAAAg/J1aB1F2YWv0/s72-c/1272.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-3345304250314322235</id><published>2008-01-20T13:20:00.000+07:00</published><updated>2008-01-20T13:25:38.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiah'/><title type='text'>Kehidupan sehari-hari yang Islami</title><content type='html'>Kehidupan Sehari-Hari Yang Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori : Adab Dan Perilaku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG ISLAMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku....&lt;br /&gt;Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil mannfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda selalu shalat Fajar berjama'ah di masjid setiap hari .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda hari ini membaca Al-Qur'an .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang anda baca .?&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan anda ke dalam Surga .? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata :"Wahai Allah Subhanahu wa Ta'ala masukkanlah ia ke dalam Surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali .? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata :"Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka". Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya :"Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata :"Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata :"Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka". [Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pen) .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid .? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya :"Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur". [Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati anda atas agama-Nya. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama .? [Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar, pent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah .? Karena setiap mendo'akan mereka anda akan mendapat kebajikan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda mengucapkan "Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun" jika mendapatkan musibah .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda hari ini mengucapkan do'a ini : " Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui". Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. [Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda berbuat baik kepada tetangga .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku ..&lt;br /&gt;Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, inysa Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Risalah ini dinukilkan dari buku saku Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah, Penerjmeah Fariq Gasim Anuz]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-3345304250314322235?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3345304250314322235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/3345304250314322235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2008/01/kehidupan-sehari-hari-yang-islami.html' title='Kehidupan sehari-hari yang Islami'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-353112539542976918</id><published>2007-06-20T09:27:00.000+07:00</published><updated>2007-06-20T09:29:32.054+07:00</updated><title type='text'>foto operasi di rsf</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/6110/901132514569688/1600/z/616412/20062007049-772056.jpg"&gt;&lt;img src="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/6110/901132514569688/320/z/791753/20062007049-772056.jpg" width="320"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-353112539542976918?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/353112539542976918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/353112539542976918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2007/06/foto-operasi-di-rsf.html' title='foto operasi di rsf'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-5250920344991575629</id><published>2007-06-17T12:33:00.000+07:00</published><updated>2007-06-17T12:35:09.420+07:00</updated><title type='text'>dimas sedang di pondok pesantren darunnajah.</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/6110/901132514569688/1600/z/879179/17062007042-709423.jpg"&gt;&lt;img src="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/6110/901132514569688/320/z/244476/17062007042-709423.jpg" width="320"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-5250920344991575629?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5250920344991575629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5250920344991575629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2007/06/dimas-sedang-di-pondok-pesantren.html' title='dimas sedang di pondok pesantren darunnajah.'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-5281827515215709298</id><published>2007-06-16T20:05:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T20:46:38.966+07:00</updated><title type='text'>Suasana di atas goa Hira</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/RnPg96eeyBI/AAAAAAAAAAY/gZemgFZ96Yw/s1600-h/ABCD0002.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/RnPg96eeyBI/AAAAAAAAAAY/gZemgFZ96Yw/s320/ABCD0002.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076648559250425874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada ketinggian sekitar 800m kita dapat menyaksikan kota mekah.Penuis bertemu dengan warga afghanistan yang sedang berhaji.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-5281827515215709298?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5281827515215709298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5281827515215709298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2007/06/suasana-di-atas-goa-hira.html' title='Suasana di atas goa Hira'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/RnPg96eeyBI/AAAAAAAAAAY/gZemgFZ96Yw/s72-c/ABCD0002.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-4220532877395670042</id><published>2007-06-16T13:51:00.000+07:00</published><updated>2007-06-16T13:52:29.058+07:00</updated><title type='text'>74 pesan untuk pemuda</title><content type='html'>74 WASIYAT UNTUK PARA PEMUDA MUSLIM&lt;p&gt;Berikut ini adalah wasiyat Islami yang berharga dalam &lt;br&gt;berbagai aspek - seperti ibadah, muamalah, akhlaq, adab dan yang &lt;br&gt;lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiyat ini &lt;br&gt;sebagai peringatan kepada pada para pemuda muslim yang senantiasa &lt;br&gt;bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya &lt;br&gt;peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon &lt;br&gt;kepada Allah SWT agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang &lt;br&gt;membacanya ataupun mendengarkannya serta memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang &lt;br&gt;mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat &lt;br&gt;bergantung.&lt;p&gt;1.&amp;#231;Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya&amp;#39;, baik &lt;br&gt;dalam perkataan ataupun perbuatan&lt;br&gt;2.&amp;#231; Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlaq.&lt;br&gt;3.&amp;#231;Bertaqwalah kepada Allah dan ber-azam-lah untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br&gt;4.&amp;#231;Bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nashuha dan perbanyaklah istighfar.&lt;br&gt;5.&amp;#231;Ingatlah bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan &lt;br&gt;ketahuilah bahwa Allah melihatmu, mendengarmu, dan mengetahui apa yang terbesit di hatimu.&lt;br&gt;6.&amp;#231;Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-&lt;br&gt;rasul-Nya, dan hari akhir serta qadar yang baik ataupun yang buruk.&lt;br&gt;7.&amp;#231;Janganlah engkau taqlid (mengekor) kepada orang lain dengan buta &lt;br&gt;(tanpa memilih dan memilah mana baik dan mana yang buruk serta mana yang sesuai dengan sunnah / syari&amp;#39;at dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang tidak punya pendirian.&lt;br&gt;8.&amp;#231;Jadilah engkau sebagai orang pertama dalam mengamalkan kebaikan &lt;br&gt;karena engkau akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang &lt;br&gt;mengikuti / mencontohmu dalam mengamalkannya.&lt;br&gt;9.&amp;#231;Peganglah kitab Riyadhush Shalihin, bacalah olehmu dan bacakan &lt;br&gt;pula kepada keluargamu &amp;#196;/orang lain&amp;#209; (demikian juga kitab Zaadul &lt;br&gt;Ma&amp;#39;ad oleh Ibnul Qoyyim).&lt;br&gt;10.&amp;#231;Jagalah selalu wudhumu dan perbaharuilah. Dan jadilah engkau &lt;br&gt;senantiasa dalam keadaan suci dari hadats dan najis.&lt;br&gt;11.&amp;#231;Jagalah selalu shalat di awal waktu dan berjamaah di masijid, &lt;br&gt;terlebih lagi shalat &amp;quot;Isya dan Fajr (Shubuh).&lt;br&gt;12.&amp;#231;Janganlah memakan makanan yang mempunyai bau yang tidak &lt;br&gt;enak/sedap, seperti bawang putih dan bawang merah &amp;#196;termasuk juga &lt;br&gt;petai dan jengkol&amp;#209;. Dan janganlah merokok agar tidak membahayakan &lt;br&gt;dirimu dan kaum muslimin lainnya.&lt;br&gt;13.&amp;#231;Jagalah selalu shalat berjamaah agar engkau mendapat kemenangan &lt;br&gt;dengan pahala yang ada pada shalat berjamaah tersebut.&lt;br&gt;14.&amp;#231;Tunaikanlah zakat yang telah diwajibkan dan janganlah engkau &lt;br&gt;bakhil kepada orang-orang yang berhak menerimanya.&lt;br&gt;15.&amp;#231;Bersegeralah berangkat untuk shalat Jum&amp;#39;at dan janganlah &lt;br&gt;berlambat-lambat sampai setelah adzan kedua karena engkau akan &lt;br&gt;berdosa.&lt;br&gt;16.&amp;#231;Puasalah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar Allah mengampuni dosa-dosamu, baik yang telah lalu maupun yang akan datang. &amp;#196;Lengkapilah pula dengan puasa-puasa sunnah yang telah dituntunkan oleh Rasulullah saw&amp;#209;.&lt;br&gt;17.&amp;#231;Hati-hatilah dari berbuka di siang hari di bulan Ramadhan tanpa &lt;br&gt;udzur syar&amp;#39;i sebab engkau akan berdosa karenanya.&lt;br&gt;18.&amp;#231;Tegakkanlah shalat malam di bulan Ramadhan (shalat tarawih) &lt;br&gt;dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar engkau mendapatkan ampunan atas dosa-dosamu yanng telah lalu. &amp;#196;Pertahankan pada bulan-bulan berikutnya&amp;#209;.&lt;br&gt;19.&amp;#231;Bersegeralah untuk haji dan umrah ke Baitullah Al-Haram jika &lt;br&gt;engkau termasuk orang yang mampu dan janganlah menunda-nunda.&lt;br&gt;20.&amp;#231;Bacalah Al-Qur&amp;#39;an dengan mentadabburi maknanya. Laksanakanlah &lt;br&gt;perintahnya dan jauhi larangannya agar Al-Qur&amp;#39;an itu menjadi hujjah &lt;br&gt;bagimu di sisi Rabbmu dan menjadi penolongmu di Hari Qiyamat.&lt;br&gt;21.&amp;#231;Senantiasalah memperbanyak dzikir kepada Allah, baik dalam &lt;br&gt;keadaan berdiri, duduk, ataupun berdiri. Dan hati-hatilah engkau dari &lt;br&gt;kelalaian.&lt;br&gt;22.&amp;#231;Hadirilah majelis-majelis dzikir, karena majelis dzikir termasuk &lt;br&gt;taman syurga.&lt;br&gt;23.&amp;#231;Tundukkan pandanganmu dari aurat dan hal-hal yang diharamkan. &lt;br&gt;Hati-hatilah engkau dari mengumbar pandangan, karena pandangan itu merupakan anak panah beracun dari anak panah Iblis.&lt;br&gt;24.&amp;#231;Janganlah engkau panjangkan pakaianmu melebihi mata kaki (untuk &lt;br&gt;kaum laki-laki) dan janganlah engkau berjalan dengan kesombongan/keangkuhan.&lt;br&gt;25.&amp;#231;Janganlah engkau memakai pakaian sutra dan emas, karena keduanya diharamkan untuk laki-laki.&lt;br&gt;26.&amp;#231;Janganlah engkau menyerupai wanita dan janganlah engkau biarkan &lt;br&gt;wanita-wanita menyerupai laki-laki.&lt;br&gt;27.&amp;#231;Biarkanlah jenggotmu, karena Rasulullah bersabda, &amp;quot;Cukurlah kumis &lt;br&gt;dan panjangkan jenggot&amp;quot; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br&gt;28.&amp;#231;Janganlah engkau makan, minum &amp;#196;dan berpakaian&amp;#209; kecuali yang halal &lt;br&gt;agar do&amp;#39;amu di-ijabah.&lt;br&gt;29.&amp;#231;Ucapkanlah basmallah ketika engkau hendak makan/minum dan ucapkanlah hamdallah apabila engkau telah selesai.&lt;br&gt;30.&amp;#231;Makanlah, minumlah, ambillah dan berilah dengan tangan kanan.&lt;br&gt;31.&amp;#231;Hati-hatilah dari berbuat kezhaliman karena kezhaliman itu merupakan kegelapan di Hari Qiyamat.&lt;br&gt;32.&amp;#231;Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang mukmin dan &lt;br&gt;janganlah dia memakan makananmu kecuali engkau dalam keadaan bertaqwa (dengan ridha dan menyuguhkan makanan yang halal untuknya).&lt;br&gt;33.&amp;#231;Hati-hatilah dari suap-menyuap (kolusi), baik itu memberi suap, &lt;br&gt;menerima suap ataupun menjadi perantaranya, karena pelakunya &lt;br&gt;terlaknat.&lt;br&gt;34.&amp;#231;Janganlah engkau menukar keridhaan manusia dengan kemurkaan &lt;br&gt;Allah, karena Allah akan murka kepadamu.&lt;br&gt;35.&amp;#231;Taatilah ulil amri (pemerintah) dalam semua perintah yang sesuai &lt;br&gt;dengan syari&amp;#39;at dan do&amp;#39;akan kebaikan untuk mereka.&lt;br&gt;36.&amp;#231;Hati-hatilah dari bersaksi palsu dan menyembunyikan persaksian. &amp;quot;Barangsiapa menyembunyikan persaksiannya, maka hatinya &lt;br&gt;berdosa. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan&amp;quot; (QS. Al-Baqarah: 283).&lt;br&gt;37.&amp;#231;Ajaklah manusia kepada yang ma&amp;#39;ruf (apa-apa yang diperintahkan &lt;br&gt;oleh Allah dan Rasul-Nya) dan jauhi kemungkaran (apa-apa yang &lt;br&gt;dilarang oleh Allah dan Rosul-Nya). &amp;quot;Dan beramar ma&amp;#39;ruf nahi &lt;br&gt;munkarlah seerta sabarlah terhadap apa yang menimpamu&amp;quot; (QS. Luqman : 17).&lt;br&gt;38.&amp;#231;Tinggalkanlah semua hal yang diharamkan, baik yang kecil maupun &lt;br&gt;yang besar. Janganlah engkau bermaksiyat kepada Allah dan janganlah engkau membantu seorang pun dalam bermaksiyat kepada-Nya.&lt;br&gt;39.&amp;#231;Janganlah engkau dekati zina. Allah berfirman, &amp;quot;Janganlah kalian &lt;br&gt;mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan &lt;br&gt;seburuk-buruknya jalan&amp;quot; (QS. Al-Israa: 32).&lt;br&gt;40.&amp;#231;Wajib bagimu berbakti kepada orang tua dan hati-hatilah dari &lt;br&gt;mendurhakainya.&lt;br&gt;41.&amp;#231;Wajib bagimu untuk silaturahmi dan hati-hatilah dari memutuskan &lt;br&gt;hubungan silaturahmi.&lt;br&gt;42.&amp;#231;Berbuat baiklah kepada tetanggamu dan janganlah menyakitinya. Dan &lt;br&gt;apabila dia menyakitimu, maka bersabarlah.&lt;br&gt;43.&amp;#231;Perbanyaklah mengunjungi orang-orang shalih dan saudaramu di &lt;br&gt;jalan Allah.&lt;br&gt;44.&amp;#231;Cintalah karena Allah dan bencilah juga karena Allah, karena hal &lt;br&gt;itu merupakan tali keimanan yang paling kuat.&lt;br&gt;45.&amp;#231;Wajib bagimu untuk duduk bermajelis dengan orang shalih dan hati-&lt;br&gt;hatilah dari bermajelis dengan orang-orang yang jelek.&lt;br&gt;46.&amp;#231;Bersegeralah untuk memenuhi hajat (kebutuhan) kaum muslimin dan &lt;br&gt;buatlah mereka bahagia.&lt;br&gt;47.&amp;#231;Berhiaslah dengan kelemah-lembutan, sabar dan teliti. Hati-&lt;br&gt;hatilah dari sifat keras, kasar dan tergesa-gesa.&lt;br&gt;48.&amp;#231;Janganlah memotong pembicaraan orang lain dan jadilah engkau &lt;br&gt;pendengar yang baik.&lt;br&gt;49.&amp;#231;Sebarkanlah salam kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak &lt;br&gt;engkau kenal.&lt;br&gt;50.&amp;#231;Ucapkanlah salam yang disunnahkan, yaitu &amp;quot;assalamu&amp;#39;alaikum&amp;quot; dan &lt;br&gt;tidak cukup hanya dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.&lt;br&gt;51.&amp;#231;Janganlah mencela seorang pun dan mensifatinya dengan kejelekan.&lt;br&gt;52.&amp;#231;Janganlah melaknat seorang pun, termasuk hewan atau benda mati.&lt;br&gt;53.&amp;#231;Hati-hatilah dari menuduh dan mencoreng kehormatan orang lain, &lt;br&gt;karena hal itu termasuk dosa yang besar.&lt;br&gt;54.&amp;#231;Hati-hatilah dari namimah (mengadu domba), yakni menyampaikan &lt;br&gt;perkataan di antara manusia dengan maksud agar terjadi kerusakan di &lt;br&gt;antara mereka.&lt;br&gt;55.&amp;#231;Hati-hatilah dengan ghibah, yakni engkau menceritakan tentang &lt;br&gt;saudaramu apa-apa yang dia benci jika mengetahuinya.&lt;br&gt;56.&amp;#231;Janganlah engkau mengagetkan, menakuti dan menyakiti sesama &lt;br&gt;muslim.&lt;br&gt;57.&amp;#231; Wajib bagimu melakukan ishlah (perdamaian) di antara manusia, &lt;br&gt;karena hal itu merupakan amalan yang utama.&lt;br&gt;58.&amp;#231;Katakanlah hal-hal yang baik, jika tidak maka diamlah.&lt;br&gt;59.&amp;#231;Jadilah engkau orang yang jujur dan janganlah berdusta, karena &lt;br&gt;dusta akan mengantarkan kepada dosa dan dosa mengantarkan kepada neraka.&lt;br&gt;60.&amp;#231;Janganlah engkau bermuka dua. Datang kepada sekelompok orang &lt;br&gt;dengan satu wajah dan data kepada kelompok lain dengan wajah yang &lt;br&gt;berbeda.&lt;br&gt;61.&amp;#231;Janganlah bersumpah dengan selain Allah dan janganlah banyak &lt;br&gt;bersumpah meskipun engkau benar.&lt;br&gt;62.&amp;#231;Janganlah menghina orang lain, karena tidak ada keutamaan atas &lt;br&gt;seorang pun kecuali dengan taqwa.&lt;br&gt;63.&amp;#231;Janganlah mendatangi dukun, ahli nujum serta tukang sihir dan &lt;br&gt;janganlah membenarkan &amp;#196;perkataan/ramalan&amp;#209; mereka.&lt;br&gt;64.&amp;#231;Janganlah menggambar gambar manusia dan binatang &amp;#196;makhluk &lt;br&gt;bernyawa&amp;#209;. Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya pada Hari Qiyamat adalah tukang gambar.&lt;br&gt;65.&amp;#231;Janganlah menyimpan &amp;#196;memajang&amp;#209; gambar makhluk bernyawa di rumahmu karena akan menghalangi malaikat untuk masuk ke rumahmu.&lt;br&gt;66.&amp;#231;Tasymit-kanlah orang yang bersin dengan mengucap, &amp;quot;yarhamukallah&amp;quot; &lt;br&gt;apabila dia mengucapkan , &amp;quot;alhamdulillah&amp;quot;.&lt;br&gt;67.&amp;#231;Jauhilah bersiul dan tepuk tangan.&lt;br&gt;68.&amp;#231;Bersegeralah untuk bertaubat dari segala dosa dan ikutilah &lt;br&gt;kejelekan dengan kebaikan karena akan menghapuskannya. Hati-hatilah dari menunda-nunda.&lt;br&gt;69.&amp;#231;Berharaplah selalu akan ampunan Allah serta rahmat-Nya dan &lt;br&gt;berbaik sangkalah kepada Allah.&lt;br&gt;70.&amp;#231;Takutlah kepada adzab Allah dan janganlah merasa aman darinya.&lt;br&gt;71.&amp;#231;Bersabarlah dari segala musibah yang menimpa dan bersyukurlah &lt;br&gt;dengan segala kenikmatan yang ada.&lt;br&gt;72.&amp;#231;Perbanyaklah melakukan amal shalih yang pahalanya terus mengalir &lt;br&gt;meskipun engkau telah mati, seperti membangun masjid dan menyebarkan ilmu.&lt;br&gt;73.&amp;#231;Mohonlah syurga kepada Allah dan berlindunglah dari neraka.&lt;br&gt;74.&amp;#231;Perbanyaklah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah. &lt;br&gt;Shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepadanya, keluarganya dan para shahabatnya hingga Hari Qiyamat.&lt;p&gt;(Disarikan dari materi Studi Islam Intensif Pemula, Masjid Kampus &lt;br&gt;UGM, Yogyakarta - 2002, diterjemahkan dari buletin berjudul 74 &lt;br&gt;Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim, Riyadh - Kerajaan &lt;br&gt;Arab Saudi) =RMD/2003=&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-4220532877395670042?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/4220532877395670042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/4220532877395670042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2007/06/74-pesan-untuk-pemuda.html' title='74 pesan untuk pemuda'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-5187975194917806935</id><published>2007-06-16T09:11:00.000+07:00</published><updated>2007-06-16T09:12:17.258+07:00</updated><title type='text'>sekularisme</title><content type='html'>Apa Itu Sekulerisme ?&lt;p&gt;Minggu, 20 Februari 2005 06:25:58 WIB&lt;br&gt;Kategori : Propaganda Sesat&lt;br&gt;  &lt;br&gt;APA ITU SEKULARISME ?&lt;p&gt;&lt;br&gt;Oleh&lt;br&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan:&lt;br&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Apa itu sekulerisme? Dan bagaimana hukum Islam terhadap para penganutnya? &lt;p&gt;Jawaban&lt;br&gt;Sekulerisme merupakan aliran baru dan gerakan yang rusak, bertujuan untuk memisahkan urusan dien dari negara, berjibaku di atas keduniawian dan sibuk dengan kenikmatan dan kelezatannya serta menjadikannya sebagai satu-satunya tujuan di dalam kehidupan ini, melupakan dan melalaikan rumah akhirat dan tidak melirik kepada amalan-amalan ukhrawi ataupun memperhatikannya. Sabda Rasulullah berikut ini sangat tepat dilabelkan kepada seorang sekuler,&lt;p&gt;&amp;quot;Artinya : Celakalah budak dinar, budak dirham dan budak khamishah (sejenis pakaian terbuat dari sutera atau wol, berwarna hitam dan bertanda); jika diberi, dia rela dan jika tidak diberi, dia mendongkol. Celaka dan merugilah (sia-sialah) dia dan bila duri mengenainya, maka dia tidak mengeluarkannya&amp;quot; [Al-Bukhari, al-Jihad (2883)]&lt;p&gt;Setiap orang yang mencela sesuatu dari ajaran Islam baik melalui ucapan ataupun perbuatan maka sifat tersebut dapat dilekatkan padanya. Barangsiapa menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai pemutus dan membatalkan hukum-hukum syari&amp;#39;at, maka dia adalah seorang sekuler. Siapa yang membolehkan semua hal yang diharamkan seperti perzinaan, minuman keras, musik dan transaksi ribawi dan meyakini bahwa melarang hal itu berbahaya bagi manusia dan merupakan sikap apatis terhadap sesuatu yang memiliki mashalahat terhadap diri, maka dia adalah seorang Sekuler. Siapa yang mencegah atau mengingkari penegakan hukum hudud seperti hukum bunuh terhadap si pembunuh, rajam, cambuk terhadap pezina atau peminum khamar, potong tangan pencuri atau perampok dan mengklaim bahwa penegakannya menyalahi sikap lemah lembut dan mengandung unsur kesadisan dan kebengisan, maka dia masuk ke dalam sekulerisme.&lt;p&gt;Sedangkan hukum Islam terhadap mereka, maka sebagaimana firman Allah Swt tatkala memberikan sifat kepada orang-orang Yahudi,&lt;p&gt;&amp;quot;Artinya : Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. &amp;quot; [Al-Baqarah :85].&lt;p&gt;Barangsiapa menerima sesuatu yang setara dari ajaran agama seperti Ahwal Syakhshiyyah (Undang-Undang Perdata), sebagian ibadah dan menolak apa yang tidak sejalan dengan hawa nafsunya, maka dia masuk ke dalam makna ayat ini.&lt;p&gt;Demikian juga firmanNya.&lt;p&gt;&amp;quot;Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.&amp;quot; [Hud:15-16]&lt;p&gt;Maka, tujuan utama kaum sekuler adalah menggabungkan dunia dan kenikmatan pelampiasan hawa nafsu sekalipun diha-ramkan dan mencegah dari melakukan kewajiban, maka mereka masuk ke dalam makna ayat di atas dan juga ayat berikut,&lt;p&gt;&amp;quot;Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.&amp;quot; [Al-Isra :18]&lt;p&gt;Dan banyak lagi ayat-ayat dan hadits-hadits semisalnya, wallohu a&amp;#39; lam.&lt;p&gt;[Fatawa Fi at-Tauhid, dari fatwa Fadhilatusy Syaikh Ibn Jibrin, h.39-40]&lt;p&gt;&lt;br&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar�iyyah Fi Al-Masa�il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, Darul Haq]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-5187975194917806935?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5187975194917806935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/5187975194917806935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2007/06/sekularisme.html' title='sekularisme'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7382077559354890206.post-898239496491309518</id><published>2007-06-15T22:46:00.000+07:00</published><updated>2007-06-15T22:48:24.249+07:00</updated><title type='text'>Sahabatku</title><content type='html'>Dahulu kala ketika SD di jakarta amat senang sekali kala itu tahun 1967.Udara bersih dan nyaman.Jalan tidaklah macet.berbeda dengan suasana sekarang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7382077559354890206-898239496491309518?l=peradaban-umat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/898239496491309518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7382077559354890206/posts/default/898239496491309518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peradaban-umat.blogspot.com/2007/06/sahabatku.html' title='Sahabatku'/><author><name>B Budiarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14918278547213639437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Vo2gXgk8DQ/SxaALO-AM7I/AAAAAAAAAEw/slWpzjCF_UE/S220/Image075.jpg'/></author></entry></feed>
